Selasa, 26 September 2023

Siswa Binaan Astra Agro Pamerkan Budaya Lokal di Festival Pendidikan Astra 2023

REKOMENDASI

TROPIS.CO, JAKARTA – Budaya dan kearifan lokal menjadi salah satu kekayaan bangsa yang wajib kita banggakan dan lestarikan.

Karena kepedulian itulah, Grup Astra Agro mengikutsertakan siswa-siswa binaan dalam acara Festival Pendidikan Astra 2023.

Mereka adalah murid-murid SMP yang bersekolah di sekitar perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mamuang, PT. Lestari Tani Teladan (LTT) dan PT. Agro Nusa Abadi (ANA).

Para pelajar itu masing-masing bernama Alan Darma Saputra Marisa dari suku Mori, Fatimah dari suku Kaili Uma, dan Muhammad Afil dari Suku Kaili Tado.

Baca juga: Astra Agro Raih Penghargaan Indonesia Best Workplace for Woman Award 2023

Ketiganya merupakan siswa di Sulawesi yang bersekolah di SMP 1 Petasia Timur, SMPN Satap 6 Rio Pakava, dan SMP PT Pasangkayu.

“Semoga dengan keterwakilan ananda kita membuka wawasan anak-anak kita lebih luas,” kata Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Utara, Ebet Kristos, S.Pd, M.Pd.

Ia mengungkapnya rasa terima kasihnya kepada PT. Astra Agro Lestari Tbk.

Festival Pendidikan Astra 2023 sendiri merupakan kegiatan yang digelar Astra International.

Baca juga: AALI Perkuat Komitmen Keberlanjutan dengan Astra Agro Sustainability Aspirations

Tema yang dipilih adalah “Masa Depan Pendidikan Berkelanjutan dalam Keberagaman dan Kesetaraan”.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, S.E, M.M, dan keynote speech dari Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Dirjen Vokasi Kemendikbudristek), Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc.

“Pakaian adat ini melambangkan persatuan dan kesatuan yang kuat,” kata Alan Darma Saputra Marisa.

“Salempang artinya sikap jujur dan tulus, baju hitam artinya kekuasaan, kemandirian, kedisiplinan, ramah,” lanjut salah satu siswa penerima beasiswa dari PT. ANA ini.

Baca juga: Pemerintah dan Pengusaha Sepakat Indonesia Jadi Acuan Harga CPO Dunia

Alan juga membawa gasing dari kayu besi yang biasa dimainkan saat awal panen, serta ada musik bambu, juga benda yang disebut Ponai dan Kanta.

Kanta atau perisai digunakan dalam tata busana adat laki-laki yang memiliki arti dan kegunaan untuk melindungi wilayah.

Sedangkan Ponai (parang) dan Tampi (sarung), memiliki arti tangkas, ulet, cepat, terampil dan berani.

“Ini asli dari Mori, dari leluhur kami,” tutur Alan menjelaskan. Demikian juga Fatimah dan Muhammad Afil.

Baca juga: Kemitraan Penopang Daya Saing Industri Sawit di Pasar Global

Ketiga pelajar ini pun menceritakan kekayaan budaya masing-masing.

Selain kegiatan di festival, Astra Agro rutin menggelar program yang ditujukan untuk peningkatan pendidikan masyarakat.

“Sesuai motto Astra Agro, program ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan semangat Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Joko Subagio, Social Engagement Manager PT. Astra Agro Lestari Tbk.

Di bidang pendidikan, Grup Astra Agro Lestari telah membina 254 sekolah yang terdiri dari 60 Sekolah Yayasan Astra Agro Lestari dan 194 sekolah negeri serta swasta di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Baca juga: Anjungan Mitra, Kiat Jitu Astra Agro Dukung Petani Sawit

Dari seluruh program itu, tercatat ada 28.827 siswa dari 28.790 kepala keluarga, serta 1.934 guru.

Selain itu, program CSR bidang pendidikan Astra Agro Lestari juga mengadakan program sekolah ramah anak di 194 sekolah binaan, program Mulok PLKS (Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit) di 37 sekolah negeri binaan, training Guru Cerdas Astra, pembinaan komite sekolah didukung, bantuan insentif honor guru, bantuan beasiswa pendidikan Astra serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan untuk sekolah binaan. (*)

 

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Ads sidebar





POPULER