B40 Tengah Uji Coba Ketahanan 1000 Jam pada Engine Test Bench

27
Pengujian B40 terus gencar dilakukan sebelum dirilis resmi. Foto: Kementerian ESDM
Pengujian B40 terus gencar dilakukan sebelum dirilis resmi. Foto: Kementerian ESDM

TROPIS.CO, JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian terhadap Biodiesel 40 persen (B40) untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin diesel dan ditargetkan kajian penerapan B40 akan selesai di akhir tahun 2020.

Penelitian ini meneruskan keberhasilan penerapan Biodiesel 30 persen (B30) sejak 1 Januari 2020 lalu.

Saat ini sedang dilakukan uji ketahanan 1.000 jam pada engine test bench di laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) terhadap dua formulasi B40.

Formulasi yang pertama adalah B40, yakni campuran 60 persen solar dengan 40 persen Fatty Acid Methyl Esther (FAME).

Formulasi yang kedua adalah campuran 60 persen solar dengan 30 persen FAME dan 10 persen Distillated Fatty Acid Methyl Esther (DPME).

Baca juga: Kurangi BBM untuk Listrik, Balibang ESDM Kaji Manfaatkan CPO untuk PLTD

Ketua Tim Pengkajian B40 Sylvia Ayu Bethari menjelaskan bahwa kajian penerapan B40 ini telah sampai pada tahap uji ketahanan 1.000 jam pada engine test bench di laboratorium Lemigas.

“Metode uji ketahanan yang kami gunakan sudah mendapat persetujuan bersama dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan Ikabi (Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia).”

“Saat ini yang sedang dilakukan adalah uji ketahanan untuk dua engine, engine yang pertama menggunakan sample bahan bakar B40, sekarang sudah 370 jam, sedangkan untuk engine kedua formulasi B30 dengan DPME 10 persen sudah 615 jam,” jelas Sylvia seperti dikutip di laman Kementerian ESDM, Rabu (26/7/2020).

Sebelumnya, Balitbang ESDM juga telah melakukan serangkaian kegiatan untuk menguji B40 ini, yakni uji karakteristik fisika kimia formulasi bahan bakar B40 dan uji kinerja terbatas formulasi bahan bakar B40.

Baca juga: Rencana B40 Kembali Bergulir

Selain itu telah dilakukan evaluasi terhadap karakteristik fisika kimia formulasi bahan bakar B40 hingga didapatkan dua formulasi yang akan diuji lebih jauh, yakni uji ketahanan 1.000 jam dan uji sampel pelumas.

Setelah uji ketahanan 1.000 jam selesai, Tim Kajian B40 akan melakukan persiapan dan pelaksanaan uji presipitasi dan stabilitas penyimpanan.

“Usai seluruh tahapan kegiatan uji selesai, kami akan segera melakukan evaluasi, pelaporan, dan penyusunan rekomendasi terkait hasil kajian penerapan B40 ini,” pungkas Sylvia. (*)