Bamsoet: Jangan Salahkan Pihak Lain, Saya yang Bertanggung Jawab

13
Penyelenggaraan konser tersebut tak lain adalah untuk membantu para seniman dan pekerja seni serta kelompok masyarakat lain seperti peternak, nelayan, dan petani yang terdampak pandemi Covid-19
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, penyelenggaraan konser tersebut tak lain adalah untuk membantu para seniman dan pekerja seni serta kelompok masyarakat lain seperti peternak, nelayan, dan petani yang terdampak pandemi Covid-19. Foto: Istimewa

TROPIS.CO, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta berbagai pihak tak menyalahkan siapapun atas kekurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan konser amal virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ pada Minggu (17/5/2020).

Apalagi sampai menarik-narik Presiden atau menyalahkan seniman dan para pekerja seni yang sudah ikhlas turut terlibat menyukseskan acara.

“Penyelenggaraan konser tersebut tak lain adalah untuk membantu para seniman dan pekerja seni serta kelompok masyarakat lain seperti peternak, nelayan, dan petani yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Bamsoet dalam konferensi pers perkembangan hasil konser amal virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Jumat (22/5/20).

Turut hadir Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roslani, Ketua Panitia Penyelenggara Konser Olivia Zalianty, tokoh televisi senior Ishadi SK, dan pemenang lelang motor GESITS Warren Tanoesoedibjo yang didampingi sang ayah Hary Tanoesoedibjo.

Jika ada yang patut disalahkan, sayalah orangnya. Sepenuhnya tanggungjawab saya.

Mantan Ketua DPR RI ini juga melaporkan total donasi yang terkumpul per 22 Mei 2020. Melalui kitabisa.com terkumpul Rp4.243.310.050 dari target Rp5 miliar, sedangkan dari benihbaik.com terkumpul Rp234.953.584.

Seluruhnya diserahkan untuk membantu seniman, pekerja seni, pekerja panggung, dan saudara-saudara lainnya yang terdampak pandemi Covid-19 melalui Yayasan Generasi Lintas Budaya.

“Partisipasi masyarakat untuk berdonasi sangat luar biasa.

Bahkan ada anak kecil yang ikhlas memecahkan celengannya dan sebagai informasi, tingkat partisipasi publik di kitabisacom melampaui 1.300 orang, sedangkan di benihbaik.com mencapai 350 orang.”

“Ini menunjukan semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa, tak pernah padam,” tutur Bamsoet.

Ketua Panitia penyelenggara konser, Olivia Zalianty, mengungkapkan lelang motor listrik GESITS milik Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Mei 2020 berjalan lancar.

Warga antusias saling berlomba melemparkan penawaran agar bisa memiliki motor dengan tanda tangan Presiden Jokowi yang akan menjadi kenangan dan koleksi pribadi seumur hidupnya. Bahkan seorang warga asal Jambi, M. Nuh, sampai mengajukan tawaran harga di angka Rp 2,55 miliar.

“Setelah acara selesai, panitia menghubungi Pak M. Nuh dan singkat cerita beliau menyatakan tak sanggup membayar alias mundur.”

“Sesuai prosedur lelang yang berlaku di berbagai tempat, jika pemenang lelang mundur maka panitia akan menghubungi pemenang kedua dan seterusnya untuk menawarkan apakah ada yang mau mengambil barang yang dilelang dengan harga sesuai yang dimenangkan oleh peserta lelang.”

“Pak Warren Tanoesoedibjo menyatakan kesanggupannya membeli GESITS di harga Rp 2,55 miliar sehingga beliau secara resmi menjadi pemenang lelang,” jelas Olivia.

“Beredar juga katanya konser ini menelan biaya Rp. 6,7 miliar. Padahal faktanya hanya menelan biaya sekitar Rp 500 jutaan., kata Olivia

Olivia juga mengklarifikasi sejumlah hal yang berkembang di media sosial terkait penyelenggaraan konser amal virtual tersebut.

Salah satunya ada yang menggoreng sedemikian rupa seolah-olah acara tersebut sebuah konser dengan panggung besar dan penonton ribuan serta dihadiri presiden secara fisik.

Padahal semua berlangsung virtual dari rumah masing-masing.

“Beredar juga katanya konser ini menelan biaya Rp6,7 miliar.”

“Padahal faktanya hanya menelan biaya sekitar Rp500 jutaan.”

Itupun menggunakan dana gotong royong dari pribadi-pribadi yang terlibat, sama sekali tidak menggunakan uang negara.”

“Disiarkan secara live dari TVRI dan direlay oleh berbagai stasiun TV swasta antara lain iNews, Net TV, Metro TV, O Channel, SCTV, Indosiar, dan ANTV, itupun tidak mengeluarkan biaya blocking time dan seluruhnya ikhlas bergotong royong untuk membantu,” tutur Olivia.

Bamsoet menuturkan, begitu dirinya mendengar ada yang diperiksa di Polda kalteng dan Polda Jambi, memohon agar Polda Kalimantan Tengah yang memeriksa seorang ibu penyebar hoax penyelenggaraan konser, serta Polda Jambi yang memeriksa M.Nuh yang nge-prank lelang motor listrik GESITS, melepaskan keduanya karena keduanya sama sekali tidak merugikan penyelenggaraan konser.

“Kita ambil hikmahnya saja atas semua kejadian ini, tanpa M.Nuh maka bisa jadi harga lelang motor tak akan naik tinggi.”

“Tanpa gorengan, kecaman dan plesetan dari berbagai pihak, sampai-sampai presiden yang tidak tahu apa-apa terkait pelaksanaan konser malah ditarik-tarik, tidak mungkin rating konser ini meroket tinggi.”

“Bahkan menjadi trending topik dalam beberapa hari setelah konser usai,” papar Bamsoet.

Selain menghaturkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan, Bamsoet juga memberikan penghargaan sekaligus berharap agar amanat Presiden Jokowi dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri yang disampaikan secara virtual di awal konser, serta doa kebangsaan Wakil Presiden Maruf Amin dapat terwujud.

“Semoga Indonesia sebagai bangsa yang besar, dapat tetap tabah dan bersatu dalam melawan Corona serta diberi kesabaran dan keselamatan oleh Allah SWT,” mohon Bamsoet.

Tak lupa juga ucapan terimakasih disampaikan kepada Kepala BNPB, Kepala BPIP, Panglima TNI, Kapolri dan Jaksa Agung serta para pimpinan lembaga tinggi negara lainnya yang tampil secara virtual. Seperti para kolega saya pimpinan MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MA, MK, KY dan Ketua BPK, Menteri BUMN, Menteri Kominfo serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah menunjukan kepada dunia bahwa para pemimpin Indonesia kompak dan solid dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Kami juga salut, angkat topi dan respect kepada para pekerja seni dan seniman yang terlibat dalam acara konser virtual, yang telah memilih jalan berbagi karena sesungguhnya berbagi itu indah,” pungkas Bamsoet. (*)