Bantuan Menteri Siti Nurbaya untuk Korban Banjir dan Longsor, Warga Desa Harkatjaya Bogor

20
Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Ditjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Mintarjo saat menyerahkan bantuan dari Menteri Siti Nurbaya untukkorban banjir dan longsof Desa Harkatjaya Kabupaten Bogor. Foto: KLHK
Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Ditjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Mintarjo saat menyerahkan bantuan dari Menteri Siti Nurbaya untukkorban banjir dan longsof Desa Harkatjaya Kabupaten Bogor. Foto: KLHK

TROPIS.CO, BOGOR – “Ibu Menteri dan seluruh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyampaikan empati yang dalam atas apa yang menimpa dan dirasakan warga Desa Harkatjaya dan Ponpes Nurul Hikmah atas dampak bencana yang terjadi, seraya beliau mendoakan semoga bencana yang terjadi adalah bencana yang terakhir, dan bentuk empati dan kepedulian, Ibu MenterI bersama jajaran Kementerian LHK, kami menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya.”

Ucapan yang penuh empati itu disampaikan Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Ditjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Mintarjo ketika menyerahkan berupa paket sembako dan kebutuhan lainnya seperti pakaian, selimut, tikar, buku tulis, pembalut, pampers, sabun cuci, dan jenis makan lainnya seperti susu, energen, biscuit kepada warga Desa Harkatjaya dan Pondok Pesantren Nurul Hikmah, di Kecamatan Suka Jaya, Kabupaten Bogor, Kamis (2/4/2020).

Bantuan diterima oleh Kepala Desa Harkatjaya H.Soleh dengan disaksikan Danposmil Sukajaya Serma Admin, Babinsa Harkatjaya Kopka Arens, dan BPBD Kab Bogor M. Adam, serta Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Muhammad Kosasih. Selanjutnya pada hari itu juga dibagikan kepada warga yang berhak dan Ponpes Nurul Hikmah.

Kawasan Desa Harkatjaya, pada 25 Maret kemarin, sempat dilanda banjir dan tanah longsor, sehingga banyak warga masyaakat yang kehilangan harta bendanya.

“KLHK juga berusaha membantu mengkomunikasikan dengan instansi pemerintah lainnya untuk membantu mengatasi permasalahan dan dampak bencana yg terjadi,” tutur Mintarjo.

Kondisi Wwlayah Desa Harkatjaya dengan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, solum tanah yang tebal/dalam, dengan sifat tanah yang remah/gembur, memang sangat rawan terjadinya tanah longsor.

“Saya mengajak warga Desa, karang taruna, siswa sekolah, dan aparatur pemerintah di tingkat Desa dan kecamatan, melalui kepeloporan TNI melakukan gerakan penanaman pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng yang curam, terutama pada areal yang relatif terbuka, dengan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) dan tanaman tahunan lainnya, seperti jengkol, durian, alpukat, matoa, sengon, mahoni, dan gmelina,” ucap Mintarjo.

Menurutnya, untuk memenuhi, berbagai kebutuhan gerakan penanaman dimaksud maka KLHK berupaya memberikan bantuan bibit, melalui Kebun Bibit Desa (KBD) yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. (Trop 01)