Berkat Kerja Keras Manggala Agni, Gelaran Asian Games 2018 di Palembang Bebas Kabut Asap

Manggala Agni fokus pada pengamanan di sekitar Jakabaring dengan melakukan patroli 24 jam siang-malam. Foto : Kementerian LHK
Manggala Agni fokus pada pengamanan di sekitar Jakabaring dengan melakukan patroli 24 jam siang-malam. Foto : Kementerian LHK

TROPIS.CO, JAKARTA – Hari Minggu (2/9/2018), tepat jam 19.00 WIB, acara Closing Ceremony Asian Games 2018 akan digelar Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Acara ini secara resmi menutup perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia. Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 meraih sukses sebagai penyelenggara sekaligus para atletnya berhasil mencetak sejarah prestasi.

Lewat Asian 2018, Indonesia membuktikan diri mampu menyelenggarakan event olahraga level internasional.

Bahkan Indonesia telah menciptakan standar tinggi baru dalam penyelenggaraan Asian Games.

Pesta olahraga yang digelar di kota Jakarta dan kota Palembang di Sumatera Selatan (Sumsel) ini berlangsung tanpa gangguan, baik keamanan ataupun gangguan lingkungan, salah satunya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi rawan karhutla apalagi bulan Agustus – September merupakan puncak musim kemarau, segala strategi dan upaya dijalankan di lapangan untuk mencegah timbulnya asap dampak akibat karhutla.

Para pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan, bekerja keras bersinergi di lapangan untuk mengamankan wilayah sekitar Jabakaring Sport City, tempat perhelatan Asian Games 2018 di Palembang berlangsung dari karhutla.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B. Panjaitan, menyampaikan bahwa Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Manggala Agni, fokus pada pengamanan di sekitar Jakabaring dengan melakukan patroli 24 jam siang-malam.

Patroli udara dan pemadaman udara (water bombing) juga dilakukan, baik oleh pesawat heli KLHK, BNPB, dan perusahaan yang tergabung dalam satgas udara. Foto : Kementerian LHK

Penyisiran dilakukan di wilayah-wilayah rawan potensi karhutla. Pemadaman secara dini dan cepat segera dilakukan jika menemukan areal yang terbakar.

“Patroli terpadu digerakkan di 50 posko desa yang menjangkau 177 desa rawan karhutla sejak Mei hingga akhir Agustus ini untuk menekan potensi karhutla,” ujar Raffles di Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Karhutla sebagai langkah dini dalam penanganan karhutla di Sumsel, sejak 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

Pengamanan Kota Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dari bencana asap karhutla menjadi fokus.

Kondisi sangat panas dan kering, sangat rentan memicu karhutla. Jika terjadi kebakaran, pemadaman dari darat dan udara dikerahkan untuk menuntaskan karhutla.

Pemadaman darat dilakukan Manggala Agni bersama-sama BPBD, TNI, POLRI, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat setempat dan juga perusahaan pemegang ijin kehutanan yang turut membantu upaya pemerintah ini.

Patroli udara dan pemadaman udara (water bombing) juga dilakukan, baik oleh pesawat heli KLHK, BNPB, dan perusahaan yang tergabung dalam satgas udara. Hingga 26 Agustus 2018 total water bombing di Sumsel sekurangnya 10 ribu sortie dengan total air yang dijatuhkan mencapai lebih dari 39 ribu liter.

Pemerintah juga melakukan rekayasa teknologi dengan membuat hujan buatan yang dikembangkan oleh Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Total hujan buatan atau biasa disebut Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Sumsel sebanyak 63 sortie dengan total garam yang dijatuhkan sebanyak 61,2 ton.

Berbagai upaya yang dilakukan para pihak di tingkat tapak ini layak diapresiasi.

Sinergi dan kerjasama yang kuat dalam pengendalian karhutla terutama di Sumsel telah berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 tanpa bencana kabut asap. (*)