Periode 2015-2019, 3.867 Km Jalan Nasional, 1.500 Km Jalan Tol, dan 58.346 Meter Jembatan Terbangun

16
Jembatan Youtefa dibangun dengan menampilkan juga ornamen ciri khas daerah Papua. Foto: Kementerian PUPR
Jembatan Youtefa dibangun dengan menampilkan juga ornamen ciri khas daerah Papua. Foto: Kementerian PUPR

TROPIS.CO, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi Covid-19 karena diharapkan juga menjadi salah satu pengungkit pemulihan ekonomi nasional.

Dalam periode tahun 2015-2019, Kementerian PUPR telah membangun jalan nasional sepanjang 3.867 kilometer (Km), jalan tol 1.500 (Km), dan jembatan sepanjang 58.346 meter sebagai upaya peningkatan konektivitas, memperkuat daya saing infrastruktur, dan mempercepat pembangunan transportasi yang mendorong penguatan industri nasional.

Hal itu disampaikan Menteri PUPR Menteri Basuki saat menyampaikan keynote speech dan diskusi bersama Arvila Delitriana, perancang Jembatan Lengkung LRT Kuningan, dengan moderator Guru Besar Teknik Sipil ITB Prof. Dr. Ir. Iswandi Imran dalam acara Webinar 100 Tahun ITB Menuju 100 Tahun Indonesia, Sabtu (19/9/2020).

Salah satu infrastruktur yang berperan penting untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional adalah jalan dan jembatan yang membantu kelancaran distribusi logistik.

“Khusus untuk pembangunan jembatan, saya sampaikan ke depannya agar terus diberikan sentuhan arsitektural (art).”

“Seperti pada Jembatan Youtefa yang ada ornamen ciri khas daerah Papua, juga untuk Jembatan Batam Bintan yang akan dibangun dengan KPBU, agar ada sentuhan seninya,” kata Menteri Basuki saat menyampaikan keynote speech dan diskusi bersama Arvila Delitriana, perancang Jembatan Lengkung LRT Kuningan, dengan moderator Guru Besar Teknik Sipil ITB Prof. Dr. Ir. Iswandi Imran dalam acara Webinar 100 Tahun ITB Menuju 100 Tahun Indonesia, Sabtu (19/9/2020).

Baca juga: Jalan Tol Banda Aceh-Sigli akan Jadikan Aceh Episentrum Pertumbuhan Ekonomi Baru di Sumatera

Sementara itu, Arvila Delitriana mengungkapkan, Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan beberapa jembatan bentang panjang yakni dengan panjang lebih dari 100 meter, sehingga peluang kerja bagi para ahli jembatan di Indonesia masih sangat besar.

“Mengingat kebutuhan dan ketersediaan ahli bidang jembatan masih sangat jauh.”

“Karena bidang ini membutuhkan keahlian khusus dan harus disertifikasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ),” ujarnya.