Wilmar Peduli Alokasikan US$1 Juta untuk Ringankan Dampak Covid-19

198
Country Head Wilmar Indonesia Darwin Indigo menyatakan, manajemen Wilmar telah mengerahkan sejumlah kapalnya yang kembali ke Indonesia dari Tiongkok, setelah mengangkut minyak sawit, untuk membawa APD dan salah satunya adalah masker. Foto: InfoSAWIT
Country Head Wilmar Indonesia Darwin Indigo menyatakan, manajemen Wilmar telah mengerahkan sejumlah kapalnya yang kembali ke Indonesia dari Tiongkok, setelah mengangkut minyak sawit, untuk membawa APD dan salah satunya adalah masker. Foto: InfoSAWIT

TROPIS.CO, JAKARTA – Salah satu kelompok usaha agribisnis terbesar di kawasan Asia bermarkas di Singapura, Wilmar Internasional, telah mengalokasikan dana sebesar US$1 juta untuk membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi musibah penyebaran Covid-19.

“Dana sebesar itu dialokasikan oleh kelompok usaha rintisan Martua Sitorus itu, berasal dari dana program “Wilmar Peduli” yang akan diperuntukan penyediaan test kit dan masker.”

“Kita semua sangat prihatin dengan kondisi saat ini,” kata Darwin Indigo, Country Head Wilmar Indonesia di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

“Karena itu, sebagai kelompok usaha agribisnis yang merasa tak pernah lepas dari keterlibatan masyarakat, merasa sangat peduli hingga manajemen melalui program ” Wilmar Peduli” berusaha ikut meringankan beban pemerintah dan sekaligus membantu masyarakat.”

“Kami sangat menyadari bahwa saat ini merupakan priode yang sangat sulit buat kita semua, hingga menuntut kita untuk saling bahu membahu,” tuturnya.

Baca juga: Produk Herbal untuk Paramedis yang Tangani Covid-19 dari Kementerian LHK

Tidak sebatas itu, Darwin juga mengatakan, manajemen kelompok Wilmar sepakat mengubah salah satu jalur produksi pabriknya untuk memproduksi hand sanitizer dan sabun tangan cair yang akan disumbangkan kepada masyarakat melalui pemerintah pusat dan daerah karena pola ini dinilainya lebih efektif.

“Biasanya, kami tidak memproduksi hand sanitizer dan sabun cair di pabrik kami, namun karena persediaan barang-barang itu menjadi langka, kami telah memutuskan untuk mengubah jalur produksi kami.

“Sekarang kami dapat memproduksi barang-barang tersebut, dan kami akan menyumbangkan semua produk itu,” ujar Darwin.

Menyadari sangat sulitnya mendapatkan sarana angkutan untuk mengirimkan alat pelindung diri (APD) ke Indonesia karena adanya kebijakan lockdown di sebagian wilayah dunia, manajemen Wilmar pun telah mengerahkan sejumlah kapalnya yang kembali ke Indonesia dari Tiongkok, setelah mengangkut minyak sawit, untuk membawa APD dan salah satunya adalah masker.

“Ini adalah situasi yang luar biasa, kami mencari semua jalan yang mungkin dan salah satu cara tercepat adalah dengan menggunakan kapal kami yang akan kembali dari Tiongkok untuk membawa kembali barang-barang penting itu,” kata Darwin.

Darwin mengatakan, salah satu bagian terburuk dari kondisi saat ini adalah dampak pada ekonomi.

Wilmar melalui “Wilmar Peduli” juga akan mendistribusikan Sembako (sembilan bahan pokok) kepada orang-orang yang paling terdampak.

Baca juga: KLHK Siapkan Tenaga Medis dan Tenaga Pengaman Hadapi Situasi Darurat Covid-19

“Kami telah menginstruksikan kepada semua kepala pabrik kami di seluruh Indonesia untuk mengalokasikan dan mendistribusikan pasokan Sembako kepada orang-orang yang paling terpukul oleh situasi ini.”

“Untuk menghindari keramaian besar selama pendistribusian, kami akan bekerja dengan pemerintah setempat untuk mendistribusikan ini dari rumah ke rumah,” tuturnya.

Selama periode ini, sangat penting bagi semua pihak untuk saling menguatkan dan membantu.

Wilmar akan terus memantau perkembangan situasi, dan siap mengalokasikan dana yang sama dan melakukan hal serupa pada semester kedua tahun ini.

“Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk melewati kondisi suram ini,” pungkas Darwin. (*)