Wartawan Berkabung, Derek Manangka Wafat

563

TROPIS.CO, JAKARTA – Dering telpon Pak Kiki Iswara Darmayana sangat mengagetkan. Pemimpin Umum Rakyat Merdeka mengabarkan berita duka, walau masih dalam tanda tanya. Bang Derek Manangka meninggal dunia, terkena serangan jantung, tadi pagi menjelang siang

Memburu informasi tentang kepergian Bang Derek aku lakukan dengan menghubungi kawan kawan. Pertama Kak Ita Tobing, ” Belum dapat kabar Des. Coba kita sama sama cari info,” kata mantan Dirut TVRI dan Pimred sejumlah televisi swasta ini.

Melalui group WA alumni Media Indonesia aku menulis ” apakah dapat info Bang Derek terkena serangan jantung.”

Morallia yang kini ada di Kalimantan Tengah menjawab ” Saya mendapat info seperti itu..tapi apa benar.”

Lintang Rowe hanya menulis dengan nuansa kaget ” heeh”

Gustom Muslih..berapa kali dihubungi tak menjawab. Sabar Hutapea bisa tersambung. Namun nadanya sangat kaget. ” Belum dengar aku Des.. kita cari tahu sama sama…pekan lalu baru duduk bareng dengan Bang Derek dan Bambang Soesatyo di Senayan city,”ujar mantan wartawan Priorita bidang hiburan dan.kota ini.

Emron Pangkapi ketika dihubungi tidak jawab. Melalui WA aku menulis kabar Bang Derek terkena serangan jantung. Tak lama ada jawab dari Datuk EP..bukan kalimat langsung tapi meneruskan

BREAKING NEWS*

_Innnailahiwainailahirojiun_. RIP. Telah meninggal dunia hari ini (barusan) sobat kita wartawan senior Derek Manangka. Berita dari anaknya. Kabar lebih lanjut menyusul.

Namun di bawahnya ada jawaban Datuk EP.. Betul. Derek Manangka meninggal dunia jam 09.30 pagi tadi akibat serangan jantung. Saya baru omong sama Tondi, puteranya.

Dan Breaking News itu dilansir Wina Armada..wartawan hukum di era Harian Prioritas di group WA NewsProd Aps Indostudi..group WA para wartawan senior
Kaum pakar, tokoh tokoh politik.nasional. Setelah itu ucapan duka cita pun mengalir.

Dan Bang Derek.Manangka..benar telah pergi untuk selamanya.

Bang Derek dimata kami dari alumni Harian Prioritas bukan sebatas teman sekerja tapi adalah abang merangkap guru. Bang Derek tidak pelit dengan nara sumber dan kiat menggali informasi berita. Bahkan juga  duit tak jarang keluar dari kantongnya jika ada penugasan mendesak.  Setali tiga uang sama Bang Panda Nababan..yang memang sama sama wartawan senior alumni SINAR HARAPAN.

Bagi aku.mungkin juga Sabar Hutapea, Bamsoet dan Bramono..punya kesan tersendiri. Rasa rasanya kami selalu mendapat perhatian khusus. Tugas memburu tak jarang kami  dapatkan, dan Bang Derek kadang puas terhadap hasil buruan kami.

Bang Derek adalah wartawan senior dua generasi, wartawan Harian Suara Harapan,koran sore terbesar di era 80-an hingga akhir 90-an, dan  Redaktur Pelaksana  Harian Prioritas, koran berwarna yang bermisikan ekonomi namun lebih banyak mengulas politik. Harian Prioritas dibredel Juni 1987,setelah mengulas panjang tentang utang Indonesia jatuh tempo dan ekonomi Indonesia “lampu kuning”.

Tidak sebatas itu, Bang Derek  sempat menjabat Pemimpin Redaksi Televisi RCTI serta sejumlah radio. Bang Derek sosok wartawan investigasi yang tak pantang menyerah, ulasannya sangat tajam dan menohok.

Dan kami adalah sosok sosok yang tak lepas dari didikan beliau. Pantang pulang kantor tanpa bawa berita . Dan Bang  Derek telah mendidik kami, untuk tidak mudah  menyerah bila buruan belum berhasi diwawancarai.

“Tungguin sampai jam berapapun pasti ketemu,”tandas Bang Derek. Kalau “sang buruan ” ada di kantornya tungguin, pasti dia akan pulang.  Kalau ” buruan” itu ada di rumah tungguin dia pasti keluar. Bang Derek pasti marah bila kami pulang tak berhasil mewancarai “buruan”.

Ada pesan Bang Derek saat itu., bertemanlah dengan para sopir dan ajudan para sosok sosok sumber berita..dipastikan kita akan mendapatkan berita eksklusif. Sopir, ajudan bahkan tukang sapu sekalipun, di mata Bang Derek adalah sumber informasi yang sangat efektif tatkala kita memburu sang induk semang.

Kini Bang Derek tengah terbaring kaku di peti jenazah di rumah duka RS Fatmawati Cilandak Jakarta Selatan. Kerabat dekat mulai berdatangan memanjatkan doa,haru penuh duka, merasa sangat kehilangan.

SELAMAT JALAN BANG DEREK. .kebaikan dan jasa jasamu tak akan lengkang dan telah menjadi bagian dari perjalanan journalistik kami. Semoga kebaikan abang mendapat balasan yang setimpal  dari Tuhan Yang Maha Esa.. Aamin.  (Usmandie A  Andeska)