Sawit Bahan Baku Energi Masa Depan

17
Ketua Dewan Pengawas BPDP Kelapa Sawit Rusman Heriawan, Direktur Eksekutif Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Mukti Sardjono, dan pakar komoditas dari LMC International UK James Fry (dari kiri ke kanan). Foto : Gapki
Ketua Dewan Pengawas BPDP Kelapa Sawit Rusman Heriawan, Direktur Eksekutif Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Mukti Sardjono, dan pakar komoditas dari LMC International UK James Fry (dari kiri ke kanan). Foto : Gapki

TROPIS.CO, KARACHI – Wakil Ketua Umum Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Togar Sitanggang mengatakan bahwa minyak sawit adalah bahan baku energi utama di masa depan.

Pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan bakar energi baru dan terbarukan sudah tidak terelakkan.

“Kebijakan implementasi mandatori B30 adalah kebijakan yang tepat.”

“Dengan memanfaatkan sawit sebagai energi selain menghemat devisa negara juga akan meningkatkan kesejahteraan petani sawit,” kata Togar saat menjadi pembicara dalam PEOC (Pakistan Edible Oil Conference) 2020 di Karachi Pakistan, Sabtu (11/1/2020).

Togar mengatakan, dalam berbagai uji coba dengan berbagai merek kendaraan bermotor dan tidak ada persoalan teknis apapun dengan penggunaan biodiesel dari sawit.

“Kalau B100 tentu perlu kajian yang lebih dalam dengan melibatkan banyak ahli,” tutur Togar.

Menurutnya, mandatori biodiesel yang sudah berhasil dilakukan Indonesia akan ditiru oleh Malaysia dengan menerapkan program B20.

“Ini menjadi sentimen positif di pasar sehingga harga minyak sawit sejak Oktober tahun lalu naik tajam,” ujar Togar.

Terkait harga minyak sawit, Togar mengakui bahwa kenaikan yang terjadi di luar perkiraan para analis komoditas global.

Selain naik lebih cepat yaitu pada dua bulan terakhir 2019, persentase kenaikannya sangat tajam.

“Namun kenaikan harga CPO itu masih dalam range yang wajar sehingga sampai saat ini kenaikan harga CPO tersebut belum sampai menekan ekspor sawit termasuk di pasar Asia Selatan,” jelas Togar kepada wartawan yang meliput PEOC.

Togar mengatakan harga CPO akan menemukan ekuilibrium atau titik keseimbangan baru.

Terkait pasar Pakistan, Togar mengatakan Indonesia masih menguasai 80 persen pasokan minyak sawit di negara Asia Selatan tersebut.

Sisanya dari Malaysia. Namun Togar melihat Malaysia tampak sangat agresif untuk meningkatkan pasar minyak sawitnya di Pakistan.

Misalnya dalam PEOC 2020, Menteri urusan Industri Primer Teresa Kok langsung datang ke Karachi dan memberikan keynote speech dalam acara tersebut. (*)