Presiden Joko Widodo: Tanam Tanaman Berfungsi Ekologi dan Ekonomi

121
Dirjen PDASHL Hudoyo Orief saat menjelaskan kondisi lokasi pembibitan Rumpin seluas 128 hektar, disaksikan Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri PU dan Perumahan, Basoeki, saat kunjungan Presiden Joko Widodo,meninjau lokasi itu. Foto: KLHK
Dirjen PDASHL Hudoyo Orief saat menjelaskan kondisi lokasi pembibitan Rumpin seluas 128 hektar, disaksikan Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri PU dan Perumahan, Basoeki, saat kunjungan Presiden Joko Widodo,meninjau lokasi itu. Foto: KLHK

TROPIS.CO, BOGOR – Program rehabilitasi hutan dan lahan kini mulai diarahkan pada pengembangan ekonomi hijau atau green economy.

Karenanya, jenis tanaman yang bakal dikembangkan melalui proses pembibitan, tidak lagi sebatas pada jenis tanaman beriorientasi pada pelestarian lingkungan atau ekologi melainkan juga ekonomi.

 

Presiden Jokowi mendengarkan penjelasan Menteri Siti Nurbaya berkaitan desain lokasi pembibitan berskala besar di Rumopin, Bogor, Jawa Barat

“Tadi saya berpesan untuk pembibitan di Rumpin, Bogor, ini agar ditanam tanaman-tanaman yang punya fungsi ekologi maupun fungsi ekonomi.”

“Karena kedepan kita ingin mengembangkan green economy,” ungkap Presiden Joko Widodo,saat mengunjungi pusat Pembenihan di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (27/11/2020).

Adapun jenis tanaman yang disebut Presiden Joko Widodo mencakup albasia, ecaliptus, mahoni, merbau, eboni, dan sejumlah tanaman produktif, seperti durian dan beberapa jenis buah buahan lainnya.

Kunjungan kali ini untuk melihat salah stau lokasi yang nantinya akan dibangun Pusat Perbenihan skala besar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Persemaian ini akan dibangun dengan luas 128 Hektare berkapasitas sekitar 16 juta bibit pertahun.

 

Saat kunjungan ke lokasi pembibitan di Rumpin, Presiden Joko Widodo minta agar ditanama tanaman yang berfungsi ekologi dan ekonomi

Diharapkan nanti tahun depan, 2021, lokasi persemaian ini sudah selesai dan sudah berproduksi.

Bibit-bibit yang diproduksi tersebut akan didistribusikan ke lokasi atau wilayah yang sering mengalami bencana banjir dan tanah longsor.