Perkuat Ekonomi Nasional, Sawit Wajib Dibela

52
Sejumlah jurnalis di Kota Medan membentuk Forum Wartawan Perkebunan (Forwabun), Sabtu (27/4/2019), dan menunjuk Hendrik Hutabarat (baju hijau) sebagai ketua. Foto: Istimewa
Sejumlah jurnalis di Kota Medan membentuk Forum Wartawan Perkebunan (Forwabun), Sabtu (27/4/2019), dan menunjuk Hendrik Hutabarat (baju hijau) sebagai ketua. Foto: Istimewa

TROPIS.CO, MEDAN – Industri perkebunan di Indonesia saat ini, terutama perkebunan krlapa sawit, telah terbukti menjadi penopang ekonomi sekaligus penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia.

Kontribusi yang sangat besar dari perkebunan sawit seakan menenggelamkan kedigdayaan industri minyak bumi dan gas (migas) nasional.

Namun di saat yang sama, industri perkebunan kelapa sawit nasional juga menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni tekanan politik dari Uni Eropa yang dibarengi dengan penyebaran kampanye hitam (black campaign), berikut minimnya informasi di dalam negeri serta belum menguatnya semangat dan kesadaran pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Hal inilah yang mendasari sejumlah jurnalis di Kota Medan untuk membentuk Forum Wartawan Perkebunan (Forwabun) dalam sebuah pertemuan yang digelar di Medan, Sabtu (27/4/2019) sore.

Dalam pertemuan itu, Hendrik Hutabarat selaku wartawan www.globalplanet.news didaulat para wartawan menjadi Ketua Forwabun, untuk selanjutnya diwajibkan membentuk AD/ART dan kepengurusan Forwabun yang sederhana namun efektif dalam bekerja.

Menyikapi mandat dan kepercayaan yang diterimanya, Hendrik Hutabarat menegaskan bahwa Forwabun tidak ingin bertendensi tampil sebagai pahlawan dan mengaburkan nilai-nilai objektif dari sisi jurnalistik.

Namun, kata Hendrik Hutabarat, apa yang selama ini telah dan terus akan disumbangkan industri sawit bagi perekonomian nasional layak diapresiasi dan didukung.

“Kalau saya pribadi melihat bahwa tekanan dan sikap negatif pihak Uni Eropa terhadap sawit nasional kita lebih didasari pada kecemburuan.”

“Di Eropa tidak bisa tumbuh sawit. Kemudian, di saat yang sama, tanaman sawit ternyata lrbih efesien dan efektif dibandingkan industri minyak nabati andalan Eropa seperti kedelai, jagung, dan lainnya,” ujar Hendrik Hutabarat.

Sementara untuk pengembangan kesadaran dan penyebaran informasi yang benar tentang sawit, Hendrik Hutabarat menyebutkan Forwabun berencana menggelar sejumlah kegiatan yang bersifat edukatif dengan melibatkan para jurnalis, baik di kota Medan maupun di kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara, dalam jumlah yang massif dan bertahap.

“Wartawan secara luas harus diajak untuk menyebarkan informasi tentang besarnya sumbangsih perkebunan sawit ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Hendrik Hutabarat.

Masyarakat, termasuk para mahasiswa dan pelajar SMA dan setingkat, juga akan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan penyebaran pengetahuan tentang perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit. (*)