Pencegahan Hingga Pemulihan Jadi Strategi Utama GAPKI Hadapi Karhutla

32
Acara Ngobrol Bareng GAPKI mengungkapkan bahwa GAPKI telah menyusun agenda sebagai upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di perkebunan kelapa sawit melalui empat strategi utama diantaranya pencegahan, pemantauan, penanggulangan serta pemulihan. Foto: GAPKI
Acara Ngobrol Bareng GAPKI mengungkapkan bahwa GAPKI telah menyusun agenda sebagai upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di perkebunan kelapa sawit melalui empat strategi utama diantaranya pencegahan, pemantauan, penanggulangan serta pemulihan. Foto: GAPKI

TROPIS.CO, JAKARTA – Fenomena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selalu menjadi perhatian utama bagi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Dengan terencana, GAPKI telah menyusun agenda sebagai upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di perkebunan kelapa sawit melalui empat strategi utama diantaranya pencegahan, pemantauan, penanggulangan serta pemulihan.

Hal ini dipaparkan Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono pada acara Ngobrol Bareng GAPKI, Selasa (16/6/2020).

Menurutnya, dengan membentuk Gugus Tugas di setiap daerah, GAPKI melakukan berbagai pelatihan dan penyediaan fasilitas sebagai upaya persiapan menghadapi musim kemarau.

Baca juga: Sekjen KLHK Bambang Hendroyono: Saat Ini Perkebunan Sudah Jarang Terbakar

“Kita tidak cukup hanya dengan melindungi konsesi perusahaan, kita harus mulai melihat sekitar kita dan mulai mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk memperbaiki lingkungan.”

“Tindakan defensif yang hanya menyangkal tuduhan tidaklah cukup untuk mencegah terjadinya bencana,” ujarnya.

Joko Supriyono menegaskan diperlukan usaha yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk bersinergi dan membantu melakukan pencegahan karhutla baik di dalam maupun di sekitar konsesi perusahaan.

Bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), GAPKI bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk terus berupaya mencegah dan menanggulangi kemungkinan terjadinya Karhutla.

Baca juga: Menteri LHK Siti Nurbaya: Prodi Environmental Diplomacy Penting untuk Atasi Hegemoni Ilmiah Ilmu Lingkungan dan Kehutanan

Kepedulian GAPKI akan Karhutla bukan hanya sekedar tuntutan pemerintah, melainkan prioritisasi pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

“Terjadinya bencana Karhutla hanya akan mengganggu pola bisnis jangka panjang, tidak hanya merusak citra industri, sanksi hukum yang diterima walau tidak secara langsung terlibat dalam bencana Karhutla tidaklah main-main,” pungkas Joko. (*)