Menteri LHK Lepas Jenazah Pejabat Korban Lior Air JT-610

259
Kasubdit Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ubaidillah Salabi gugur dalam tugas. Foto : Istimewa
Kasubdit Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ubaidillah Salabi gugur dalam tugas. Foto : Istimewa

TROPIS.CO, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, melepas jenazah Kasubdit Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ubaidillah Salabi (55), yang menjadi korban pesawat jatuh Lion Air JT-610, Rabu (7/11/2018), di Manggala Wanabhakti, Jakarta.

Jenazah Ubaidillah termasuk satu dari 17 korban yang berhasil diidentifikasi pada proses lanjutan yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) POLRI.

Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pencocokan data postmortem dengan antemortem.

“Innalillahi wainna illaihi roji’un. Perkenankan saya atas nama pribadi dan keluarga besar KLHK menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas bencana yang telah menimpa keluarga kita, saudara kita, Ir. Ubaidillah Salabi,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutannya di hadapan keluarga korban yang hadir.

Di momen ini juga hadir jajaran pejabat, staff, dan karyawan KLHK.

Menurut Menteri Siti, almarhum yang dikenal sebagai sosok yang santun dan termasuk salah satu pegawai terbaik KLHK.

Dia telah mulai mengabdikan diri sejak tahun 1993, dan mengawali karier sebagai Penyaji Data Pengukuran dan Perpetaan Hutan di Ambon.

“Pada tanggal 29 Oktober 2018, beliau mendapat tugas ke Pangkalpinang guna memenuhi undangan sebagai narasumber pada kegiatan Fasilitasi Penyusunan Tata Hutan dan Rencana Pengelolaan Hutan KPHP Unit VII Kabupaten Bangka Tengah,” ungkap Menteri Siti Nurbaya.

Hingga akhirnya berita dukapun datang. Pesawat rute Jakarta ke Pangkalpinang itu jatuh sesaat setelah take off.

Seluruh kru dan penumpang pesawat dilaporkan tewas dalam peristiwa naas itu.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada ASN yang meninggal dalam tugas, kepadanya kami berikan SK Kenaikan Pangkat Anumerta, hak pensiun, Taspen dan asuransi kematian,” kata Menteri Siti Nurbaya.

Selain itu pihak keluarga juga mendapatkan santunan kematian kerja, hingga bantuan beasiswa untuk anak-anaknya, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Bagi ASN.

“Meskipun tidak akan bisa mengobati rasa duka, mungkin ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.”

“Kami keluarga besar KLHK memanjatkan do’a kehadirat Illahi, semoga Almarhum mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT, serta mendapat rahmat ampunan atas segala dosa-dosanya,” kata Menteri Siti Nurbaya.

“Kami juga mendoakan keluarga yang ditinggal semoga senantiasa dilimpahi keteguhan iman serta kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.

Suasana dukapun begitu terasa saat Menteri Siti Nurbaya memeluk istri dan anak-anak korban. Almarhum meninggalkan satu istri dan empat anak.

Dari Manggala Wanabhakti, jenazah akan diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, di kampung halamannya di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. (*)