Mencintai Ozon Lewat Wahana Ozon

9
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman (kedua dari kiri), meresmikan Pengembangan Wahana Ozon di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Foto : KLHK
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman (kedua dari kiri), meresmikan Pengembangan Wahana Ozon di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Foto : KLHK

TROPIS.CO, JAKARTA – Lapisan Ozon merupakan lapisan di atmosfer pada ketinggian 20−35 kilometer di atas permukaan bumi yang mampu menyerap 97 hingga 99 persen sinar ultraviolet matahari yang berpotensi merusak kehidupan yang terpapar di permukaan bumi.

Upaya perlindungan lapisan ozon telah mengurangi terjadinya dampak radiasi ultraviolet B terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya serta lingkungan hidup.

Pengenalan pengetahuan tentang lapisan ozon diperlukan sejak dini dengan mendorong para siswa memahami jenis bahan perusak ozon dapat meningkatkan kepedulian dan peran aktif dalam penyelamatan lapisan ozon.

Untuk itu, pada hari Ozon Sedunia, 16 September, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi meresmikan Pengembangan Wahana Ozon di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/9/2019).

Pengembangan Wahana Ozon ini diresmikan oleh Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 260 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait dan Implementing Agency World Bank dan United Nations Development Programme (UNDP).

Wahana Ozon dikembangkan di PPITEK yang selalu ramai dikunjungi setiap hari oleh siswa SD, SMP, hingga SMA untuk belajar Ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Diharapkan dengan keberadaan wahana ozon dapat memberikan pengetahuan tentang penyelamatan lapisan ozon bagi siswa sejak dini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar berperan aktif dalam memilih produk ramah ozon,” ujar Ruandha dalam kata sambutannya.

Dalam Wahana Ozon anak-anak dapat belajar tentang proses pemulihan lapisan ozon melalui informasi mengenai berbagai bahan perusak ozon yang digunakan sehari-hari, zona permainan tentang pengetahuan ozon dan contoh-contoh produk yang menggunakan bahan ramah ozon.

Fasilitas di dalam Wahana Ozon dibuat secara interaktif sehingga mempermudah siswa dalam mempelajari pengetahuan tentang perlindungan lapisan ozon.

“Sesuai dengan tema Hari Ozon Sedunia tahun ini yaitu “32 Years and Healing,” maka KLHK mengajak masyarakat untuk memperingati lebih dari tiga dekade kerja sama internasional dalam melindungi lapisan ozon dibawah kerangka Protokol Montreal.”

“Peringatan Hari Ozon Sedunia ini mengingatkan kita untuk menjaga momentum keberhasilan dalam melindungi kesehatan masyarakat dan kesehatan planet bumi.”

“Mari kita semua menjadi Ozone Heroes, yang menjaga Bumi tetap terlindungi oleh lapisan ozon sebagai perisai perlindungan dari sinar ultraviolet B,” pungkas Ruanda. (*)