Masyarakat Karya Bakti Karawang Menikmati Dampak Program PK Penanaman Mangrove

14

TROPIS.CO, KARAWANG – Sekditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Apik Karyana, Sabtu (21/11/2020), bertandang ke Desa Karya Bakti, Batu Jaya, Karawang, dalam rangkaian memonitor kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Program Padat Karya Penanaman Mangrove.

PKPM di desa ini dilaksanakan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wina Wana Karya bersama dengan sejumlah masyarakat Desa Karya Bakti, Batujaya, Karawang, Jawa Barat, pada areal seluas 85 hektare pada petak 9 dan 12 RPH Pakis, Cikeruh, BKPH Cikiong, KPH Purwakarta, di wilayah BPDASRH Citarum Ciliwung.

BPDASRH Citarum Ciliwung yang wilayah kerjanya mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, mendapatkan alokasi areal seluas 513,58 hektar.

Adapun sebaran luasan di Provinsi DKI Jakarta, yang dilaksanakan di wilayah Kota Jakarta Utara 20,05 Ha, Provinsi Banten, yang dilaksanakan di Kota Serang20,17 Ha, Kabupaten Serang seluas 102,43 Ha dan Kabupaten Tangerang seluas 159,15 Ha.

Sedangkan di Jawa Barat yang dilaksanakandi Kabupaten Bekasi seluas 46,52 Ha, Kabupaten Karawang seluas 85 Ha dan Kabupaten Subang seluas 70, 26 Ha.


Khusus di Karawang dipusatkan di Desa Karya Bakti, Kecamatan Batu Jaya, melibatkan sedikitnya 133 masyarakat Desa Karya Bakti dan sekitarnya, termasuk 21 orang anggota LMDH Mina Wana Karrya. Sedikitnya ada 187 ribu batang bibit mangrove yang sudah ditanam, sejak kegiatan ini berlangsung pertengahan September lalu.

“Alhamdulillah, sampai saat ini, pelaksanaan kegiatan secara fisik telah mencapai 100 persen, dan kini tahap pemeliharaan, termasuk penyulaman mengganti tanaman yang mati.”

“Kegiatan PKPM ini dengan sistem Intensif, Pengkayaan dan sylvofisery,” ujar Sekditjen PSKL Apik Karyana.

Dari hasil dialog dengan anggota masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan PKPM di Desa Karya Bakti, Api Karyana, sangat menyakini, program PKPM Mangrove yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah mampu menggerakan ekonomi lokal masyarakat di wilayah Pesisir, hingga berkontribusi nyata dalam memulihkan ekonomi nasional dampak pandemi Covid 19.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan respon kebijakan yasng ditempuh Pemerintah dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional, serta untuk mendukung kebijakan keuangan negara.

Salah satu program PEN di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan diterjemahkan dalam Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM).

Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat serta ekosistem mangrove.

Kegiatan PKPM ini juga merupakan bentuk tugas dan tanggung jawab pemulihan ekosistem mangrove.

Dengan slogan Mangrove Lestari Masyarakat Sejahtera, kata Apik, diharapkan kegiatan RHL Padat Karya Penanaman Mangrove dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar ekosistem mangrove dan juga menjadi ekosistem mangrove semakin lestari.

Kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove meliputi Penyusunan Rancangan Teknis Sederhana, Pelaksanaan Kegiatan Penanaman, Pengadaan insentif Silvofishery serta Monitoring dan Evaluasi.

Pelaksanaan mangrove memperhatikan beberapa faktor penunjang keberhasilan, ombak dan kesesuaian jenis dengan lingkungannya/zonasi serta keterlibatan masyarakat setempat. (*)