Macadamia Tanaman Bernilai Tinggi untuk Petani Hutan

39

TROPIS.CO, BATU MALANG – Strategi pemulihan hutan dan lahan kini tak lagi sebatas menanam hanya untuk kepentingan rehabilitasi lahan kritis, tapi lebih diarahkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya.

“Sampai kapan masyarakat menanam dan terus menanam,” kata Siti Nurbaya, saat memimpin Gerakan Nasional Pemulihan DAS di Desa Oro Oro Ombo, Batu, Malang, Kamis (5/12/2019).

Kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, kelompok masyarakat atau kelompok tani hutan yang terlibat dalam kegiatan menanam dalam program Rehabilitas Hutan dan Lahan, harus dapat manfaat ekonomi untuk meningkatan pendapatan mereka dari program tersebut.

Karena itu, pemerintah dalam program rehabilitasi ini, sejak beberapa waktu lalu, diawali gerakan tehabilitasi sekitar Danau Toba, telah mengubah jenis tanaman yang dikembangkan, tak lagi sebagai tanaman rehabilitasi, tanaman yang produktif menghasil buah yang mampu memberikan nilai ekonomi.

Siti mengatakan, bahwa pemerintah telah memilih jenis tanaman macadamia, sebagai jenis tanaman produktif bernilai ekomomi tinggi dan harga kacang macadamia bisa mencapai Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram.

Tanaman macadamia mampu menghasilkan buah dalam.kusaran 20 hingga 25 kg perbatang, saat memasuki masa panen, pada usia tanam 4 hingga 5 tahun.

Namun menurut Menteri LHK itu, bisa jauh lebih tinggi lagi bila tanaman sudah berumur 10 tahun ke atas.

Hingga saat ini Kementerian LHK telah membagikan sedikitnya 3 juta bibit kepada masyarkat kelompok tani hutan di sembilan wilayah DAS prioritas yang daerahnya berada pada ketinggian di atas 800 m di atas permukaan laut.

KLHK kiini melakukan langkah terpadu untuk memulihkan sekitar 14 juta hektare lahan kritis, yang tersebar di 17 ribu Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia.

” Jadi perspektif pemulihan tidak lagi hanya sekedar menanam pohon, namun meluas pada pemulihan lahan kritis di hulu DAS,” tambah Plt Dirjen PDAS HL Hoedojo Oerip

Kata Hoedojo, lahan kritis ini dipulihkan dengan meningkatkan produktivitas serta fungsi perlindungannya melalui kegiatan penanaman dan membuat bangunan konservasi tanah dan air seperti teras, DAM penahan, gully plug, embung serta mengembangkan usaha tani konservasi.

”Kami mengajak jajaran Pemda, swasta dan seluruh masyarakat bersama Kementerian LHK mengembangkan Kebun Bibit Desa (KBD),” ujarnya lagi.

Salah satu bibit yang dikembangkan adalah pohon Macadamia yang menghasilkan kacang termahal di dunia.

KLHK telah mencanangkan pengembangan tanaman Macadamia untuk rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia. (*)