Langkah Indonesia Menata Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dipuji Sekjen ASEAN

8
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan cindera mata pada Menteri LHK Siti Nurbaya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan cindera mata pada Menteri LHK Siti Nurbaya.

TROPIS.CO, SURABAYA – Di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan langkah-langkah perbaikan untuk memperbaiki kondisi lingkungan hidup dan mempertahankan pengelolaan hutan.

Pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia saat ini difokuskan pada keseimbangan aspek ekologi, ekonomi dan sosial.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pada acara Working Dinner and Discussion on Policies on Environment and Foretsry di Surabaya, Kamis (2/5/2019), Sekretaris Jenderal ASEAN, H. E Dato Lim Jock Hoi memuji langkah kerja pemerintah Indonesia tersebut dalam mengelola lingkungan hidup dan kehutanan.

“Hari ini saya telah berkunjung ke BMKG dan KLHK, saya kagum dengan teknologi pemantauan Karhutla dan Tsunami Early Warning System yang dibangun Indonesia secara real time.”

“Juga Intelligence Center yang dibangun KHLK untuk pemberantasan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, dapat dijadikan contoh bagi negara ASEAN lainnya,” ungkap Dato Lim Jock Hoi.

Menurut Dato Lim Jock Hoi, negara ASEAN dikarunai kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari sumber daya laut, flora-fauna, air dan makanan serta sumber daya lainnya.

Sumber daya alam ini sering kali mendapatkan tekanan yang kompleks, sehingga diperlukan kerjasama antar negara ASEAN untuk melindungi kekayaan alamnya secara bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat ASEAN.

“Kita perlu membangun kerjasama dalam penanganan karhutla, bencana, dan pelestarian sumber daya alam.

“Saya ingin Indonesia dapat berbagi pengalaman dengan negara ASEAN lainnya dalam hal teknologi dan pengalaman,” tuturnya.

Sejak berdirinya ASEAN 52 tahun yang lalu, dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah banyak prestasi kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi dan sosial budaya termasuk lingkungan hidup.

Dengan semboyan “Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas”, ASEAN telah menjadi ekonomi terbesar keenam di dunia dan pada tahun 2050 diproyeksikan untuk peringkat sebagai ekonomi terbesar keempat (data World Economic Forum).

“Di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, kerja sama kami telah merangkul berbagai isu yaitu perubahan iklim, polusi kabut lintas batas, bahan kimia dan limbah, lingkungan pesisir dan laut, pendidikan lingkungan, kota yang ramah lingkungan, konservasi alam dan keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya air, berkelanjutan pengelolaan hutan, perhutanan sosial, pengembangan produk hutan, dan pengelolaan satwa liar berbasis CITES,” jelas Menteri Siti.

Di hadapan tamu ASEAN, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung Sugardiman, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan M.R. Karliansyah, Kepala Badan Litbang dan Inovasi Agus Justianto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Bambang Soepriyanto, Dutabesar Makarim Wibisono, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Pandjaitan dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan capaian pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang telah dilakukan Indonesia.

Mencakup isu-isu tentang perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan lahan gambut, perhutanan sosial, sampah laut serta pengelolaan limbah padat.

Kunci sustainable development goals (SDG) yang menjadi referensi dalam menentukan arah pengelolaan hutan Indonesia, yaitu tidak ada kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan yang baik, pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketidaksetaraan, konsumsi dan produksi berkelanjutan, aksi iklim, kehidupan di darat, dan kemitraan untuk tujuan.

Melalui paparan dan diskusi ini diharapkan dapat menumbuhkan saling pengertian yang lebih besar di antara Negara-negara Anggota ASEAN.

“Saya berharap bahwa malam ini Anda akan memiliki beberapa wawasan tentang kebijakan lingkungan dan kehutanan di Indonesia dan dapat berfungsi sebagai kesempatan untuk menegaskan kembali kolaborasi yang kuat antara Negara-negara Anggota ASEAN,” pungkas Menteri Siti Nurbaya.

Turut hadir pada acara Working Dinner and Discussion on Policies on Environment and Foretsry pejabat yang mewakili Kementerian Luar Negeri, pejabat Kementerian LHK, dan Kepala SKPD Kota Surabaya. (*)