Kunjungan Wisatawan ke Tanjung Puting Terus Meningkat

33
Kepala Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP) Helmi mengungkapkan, kunjungan wisatawan mancanegara naik karena daya tarik orangutan dan keanekaragaman hayati TNTP. Foto : Istimewa
Kepala Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP) Helmi mengungkapkan, kunjungan wisatawan mancanegara naik karena daya tarik orangutan dan keanekaragaman hayati TNTP. Foto : Istimewa

TROPIS.CO,  PALANGKARAYA – Kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) terus meningkat setiap tahun, dengan dominasi wisatawan mancanegara.

Menurut Kepala Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP) Helmi, selama tahun 2018, dari sekitar 30 ribu wisatawan, ada sekitar 19 ribu wisatawan mancanegara.

Sisanya sekitar 11 ribu asal domestik.

Sebagian besar wisatawan mancanegara berasal dari kawasan Amerika dan Eropa.

Seperti Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Italia, Kanada, Polandia, dan Spanyol.

Helmi mengatakan hal itu, ketika menerima peserta kunjungan jurnalistik dan Bakohumas nasional, di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Selasa (26/6/2019).

“Selama tahun 2018 kemarin, TNTP telah berkontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp7 77 miliar,” ungkapnya.

Helmi menjelasjan, kini TNTP tengah berbenah dengan semangat menciptakan ruang bersama bagi penghuni alam; manusia, satwa, serta  tumbuh-tumbuhan dengan keanekaragaman hayatinya.

Penciptaan ruang bersama diarahkan agar keberadaan TNTP bukan hanya sebagai kawasan konservasi, melainkan juga sebagai pendorong kemajuan wilayah khususnya di Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

Terlebih kini, dengan adanya wacana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Tengah.

” TNTP berusaha untuk berkontribusi langsung sebagai salah motor penggerak percepatan pembangunan di kawasaan ini,” jelas Helmi.

Hal ini sangat memungkinkan, mengingat berbagai potensi yang dimiliki TNTP yang luasnya mencapai hampir 420 ribu hektare.

Keunggulan yang dimiliki TNTP selain menjadi gudangnya flora serta fauna dan alaminya kondisi hutan, juga sebagai pusat berkembangnya orangutan.

Berdasarkan data inventarisasi satwa Balai TNTP 2016, kawasan Tanjung Puting dihuni sekitar 917 ekor orangutan.

“Wisata alam TNTP telah membangun bisnis wisata yang cukup besar, ditandai dengan tumbuhnya para pelaku pariwisata berupa agen dan pramuwisata, pemilik klotok dan speedboat, dan juga tenaga pemasak terlatih,” tutur Helmi.

Saat ini, jumlah masing masing, ada 22 agen yang sudah tergabung di Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita).

Sedikitnya 127 guide yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) .

Ada 96 Unit pengusaha kapal klotok wisata, dan 20 unit pemilik speedboat.

Juga itu tadi, tenaga pemasak ada sebanyak 80 orang.

” Mereka sangat terlatih, tergabung dalam Tourist Cook Association (TCA) Kota Waringin Barat,”  pungkasnya. (*)