KLHK Siapkan Tools Monitoring SNI Pengelolaan Pariwisata Alam

15
Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK Noer Adi Wardojo menyatakan, SNI menjadi acuan bersama sehingga KLHK mendorong semua pengelola pengelola taman nasional untuk bisa memenuhi standar tersebut. Foto : Wisesa/TROPIS.CO
Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK Noer Adi Wardojo menyatakan, SNI menjadi acuan bersama sehingga KLHK mendorong semua pengelola pengelola taman nasional untuk bisa memenuhi standar tersebut. Foto : Wisesa/TROPIS.CO

TROPIS.CO, JAKARTA – Kementerian Likungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah mengembangkan skema penilaian kesesuaian yang dapat digunakan sebagai tools monitoring mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam untuk dapat diterapkan di dalam maupun di luar kawasan hutan.

“Alat monitoring tersebut akan tersebut akan tersedia melalui pengembangan skema penilaian kesesuaian yang mengacu pada prinsip, kriteria, dan indikator dari SNI 8013:2014 tentang Pengelolaan Pariwisata Alam sehingga dapat mendukung kegiatan pengelolaan pariwisata alan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di dalam maupun di luar kawasan hutan,” tutur Noer Adi Wardojo, Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK dalam acara Launching Pengembangan Skema Penilaian Kesesuaian SNI 8013:2014 tentang Pengelolaan Pariwisata Alam di Gedunga Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (8/9/2019).

Di tahun 2019 ini, KLHK bersama Badan Standardisasi Nasional dan Kementerian Pariwisata mengembangkan skema penilaian kesesuaian SNI 8013:2014 secara nasional.

SNI 8013:2014 diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kriteria penilaian dalam Indonesia Sutainable Tourism Award (ISTA) untuk Sustainable Tourism Program Kategori D Pelestarian Lingkungan.

“Pengembangan Skema Penilaian Kesesuaian tersebut selain secara khusu perlu untuk mengukur tingkat kualitas pengelolaan, pelayanan, dan produk pariwisata alam bagi pengelola area atau kawasan yang menyediakan kegiatan pariwisata  alam, secara umum dapat juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kelestarian alam di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, menurut Noer Adi, SNI menjadi acuan bersama sehingga KLHK mendorong semua pengelola taman nasional untuk bisa memenuhi standar tersebut.

SNI ini juga bisa dipakai untuk kawasan di luar hutan dan pengelola pariwisata alam.

“Semua pihak diminta dapat terlibat aktif dalam pengembangan Skema Penilaian Kesesuaian SNI 8013:2014 ini mengingat pariwisata alam telah menjadi salah satu pendukung utama sektor unggulan pembangunan nasional sehingga menjadi pekerjaan bersama antarkementerian/lembaga,” pungkasnya. (aby)