Kembangkan Sistem Deteksi Dini, Astra Agro Sukses Tekan Karhutla

13
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Ujang Rahmad (baju oranye) memantau kelengkapan perangkat pemadam yang dimiliki PT BIM. Foto : PT BIM
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Ujang Rahmad (baju oranye) memantau kelengkapan perangkat pemadam yang dimiliki PT BIM. Foto : PT BIM

TROPIS.CO, JAKARTA – Sistem deteksi dini (early warning system) yang dikembangkan PT Astra Agro sukses menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser Erward Effendi S.sos,MM, mengapresiasi langkah, anak usaha Astra Agro yakni PT Borneo Indah Marjaya (BIM) yang punya andil besar dalam membantu menanggulangi karhutla di wilayah Paser ini.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT BIM sebagai salah satu perusahaan sawit yang punya tanggung jawab sosial yang baik ada di Kabupaten Paser.”

“Pemerintah mengharapkan perusahaan sawit lain yang ada di Paser dapat mencontoh PT BIM untuk berpartisipasi dalam berperan aktif dalam pencegahan kahutla,” kata Edward dalam apel siaga Karhutla yang diselenggarakab PT BIM di Paser, belum lama ini.

Lebih lanjut, Edward menyatakan, kecepatan indentifikasi dan akurasi atas setiap kejadian di lapangan serta yang penyebaran informasi secara cepat melalui pesan singkat maupun aplikasi pesan instan whats app menjadi kunci sukses mengantisipasi kathutla.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Ujang Rahmat juga menyatakan, pihaknya selalu meng-update semua perkembangan di lapangan termasuk informasi yang disebarluaskan Astra Agro.

“Informasi merupakan bagian penting dari upaya preventif. Keterlibatan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dan kegiatan penanggulangan juga kunci keberhasilan pencegahan karhutla,” kata Ujang.

Ujang memastikan, pemerintah tidak pernah lalai untuk membina masyarakat mulai dari meningkatkan keterampilan hingga menyiapkan peralatan untuk penanganan kebakaran.

Melalui pembinaan, penanggulangan karhutla tidak hanya dilakukan pada saat sudah terjadi kebakaran.

”Memasuki musim kemarau dan bahaya kebakaran tahun ini, kesiapan PT BIM dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan kalimantan menjaga konsesi dari kobaran api,” tuturnya.

Wahyudi, Head of Fire Operation Management Astra Agro mengatakan, selain deteksi dini, Astra Agro menyediakan call center dan posko kebakaran yang siaga selama 24 jam bagi masyarakat sekitar.

“Layanan ini disediakan bagi masyarakat, jika ingin laporan atau butuh bantuan untuk mitigasi api, perusahaan siap membantu” ungkap Wahyudi.

Astra Agro juga melakukan integrasi data melalui berbagai layanan seperti BMKG, Sipongi dan Lapan untuk meninjau titik panas yang berada di wilayah konsesi perusahaan.

Dengan tingkat keakuratan data lebih besar dari 80 persen, Astra Agro dapat menerima informasi real time melalui SMS.

Pihaknya juga bekerja sama dengan salah satu provider telekomunikasi dalam menyiapkan peringatan dini di area konsesi dan wilayah-wilayah sekitarnya.

Semua informasi disampaikan melalui pesan singkat (sms) himbauan kepada masyarakat untuk menjaga wilayahnya bebas dari kebakaran.

Bila titik panas muncul di wilayah masyarakat tersebut berada, maka beberapa Kelompok Peduli Api binaan Astra Agro seperti Kelompok Masyarakat Peduli Api, Kelompok Nelayan Peduli Api, dan Kelompok Tani Peduli Api juga selalu siaga dan mampu mengatasi kebakaran yang terjadi di sekitar lahan masyarakat.

Sementara, Ketua Masyarakat Peduli Api Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Ancah, mengatakan kerjasama perusahaan dan masyarakat punya peran penting dalam pencegahan karhutla.

“Kalau skala apinya tidak terlalu besar, kami sudah mampu memadamkan sendiri.”

“Tapi kalau sudah luas, kami melapor ke perusahaan untuk meminta bantuan dan perusahaan dengan peralatan yang sangat memadai selalu siap membantu,” pungkasnya. (*)