Iwan Setiawan, KPHL Belitung Wakil Indonesia ke Tiongkok dan Kanada

464

TROPIS.CO, BELITUNG – Iwan Setiawan, staf pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Mendanau, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, akan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Catur Gajah – Xiangqi Dunia ke-16 yang berlangsung di Vancouver, Kanada, 6 hingga 12 Oktober mendatang.

Sebelum itu, 17 hingga 22 September besok, Iwan telah diundang World Xiangqi Federation (WXF), untuk ikut kejuaraan Xiangqi, bersama 33 grandmaster dunia lainnya di Chengdu, Tiongkok

“Di Chendu ini sifatnya kejuaraan saja bukan perebutan gelar, ini kejuaraan ganda,” ujar Iwan Setiawan.

Adapun pasangannya, kata Iwan, akan ditentukan berdasarkan hasil seleksi dari 33 grandmaster dunia tersebut. ” Jadi pasangannya bukan ditentukan, tapi hasil seleksi,” jelasnya.

Beda dengan di Vancouver Kanada, ini perebutan gelar perorangan dan Iwan Setiawan hanya satu satunya, atlet xiangqi Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung dua tahun sekali di setiap tahun ganjil itu.

Iwan sudah ikut dalam kejuaraan Xiangqi dunia sejak 2007 di Macau, Tiongkok.

Pada saat itu baru masuk peringkat kesepuluh dunia dan dua tahun kemudian, 2009 kejuaraan xiangqi di Xintai Tiongkok, dia berhasil menggaet  gelar juara  dunia.

Tahun berikutnya, 2011, di Jakarta, peringkat peringkat ketiga.

“Tahun 2013 di Huizou Tiongkok, absen, sudah datang, tapi lupa daftar,” ujarnya.

Tahun 2015 di Munich, Jerman, Iwan menempati peringkat kedua dunia.

Namun dua tahun lalu, prestasi Iwan merosot tajam,dia  berada di peringkat 10. “Ya…begitulah..fluktuasi prestasi,” tuturnya.

“Namun untuk tahun ini, di Vancouver, bisa jauh baik lagi, bila tidak peringkat pertama, ya bertahan di peringkat kedua,” harapnya.

Begitupun dengan kejuaraan xiangqi ganda, Iwan terus berada pada peringkat dunia.

Pada 2017, berpasangan dengan atlet Filipina, dia berada di peringkat 10 dunia.

Setahun kemudian, 2018, di Chengdu, Iwan sukses meraih peringkat kedua.

Tahun ini, walau belum tahu siapa pasangannya, Iwan berharap bisa lebih baik lagi. (*)