Indonesia dan Uni Eropa Bekerja Sama Guna Implentasikan Ekonomi Sirkular Berkelanjutan

49
Michael Bucki (paling kanan), Konselor Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bersama tim ICEF 2019. Foto : EUPOP
Michael Bucki (paling kanan), Konselor Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bersama tim ICEF 2019. Foto : EUPOP

TROPIS.CO, JAKARTA – Uni Eropa mendukung penyelenggaraan 3rd Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) yang akan berlangsung pada 11-12 November 2019 di Jakarta.

Transisi dari konsep linear menjadi Ekonomi Sirkular adalah satu-satunya langkah menuju masa depan.

Ekosistem bumi sudah menanggung beban yang begitu besar dan saat ini manusia telah menggunakan sumber daya bumi sebanyak 1,7 kali dari yang dapat digantikan secara alami.

Menusia menghabiskan modal alam yang seharusnya dinikmati oleh generasi masa depan.

“Oleh sebab itu, Ekonomi Sirkular telah menjadi elemen utama dalam kegiatan industri dan strategi ekonomi Uni Eropa.”

“Di tengah dunia dengan sumber daya terbatas ini, transisi menuju Ekonomi Sirkular sangat mungkin terjadi juga di Indonesia.”

“Kita dapat bekerja sama untuk mempercepat dan memfasilitasi perubahan tersebut bersama-sama,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Menurut Piket, ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan mendapat perhatian besar dunia karena dipercaya dapat membantu mencapai 134 target dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai upaya mempercepat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia, Greeneration Foundation kembali menggelar ICEF untuk ke-3 kalinya.

Forum yang tahun ini mengangkat tema “Towards a Sustainable Future through Circular Business Practices”, akan dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, dunia industri dan sektor swasta, akademisi, praktisi profesional, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Greeneration Foundation Vanessa Letizia menjelaskan bahwa Indonesia telah menuangkan konsep ekonomi sirkular dalam hal pengurangan limbah dan penanganan sampah terpadu, sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 97/2017 tentang Strategi dan Kebijakan Nasional (Jakstranas).

“Perubahan menuju ekonomi sirkular mensyaratkan partisipasi semua pihak.”

“Kami menghadirkan berbagai narasumber, baik dari dalam maupun luar negeri, yang akan membantu mengidentifikasi tantangan dan potensi ekonomi sirkular di Indonesia, serta berbagi pengalaman kolaborasi mereka dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Selain oleh Uni Eropa, ICEF 2019 juga disponsori oleh Pemerintah Norwegia, Pemerintah Denmark, Pemerintah Belanda dan the Academy of Medical Sciences. Forum tahun ini juga mendapat dukungan dari dari Pemerintah Finlandia, Waste4Change, PRAISE, Systemiq, Universitas Indonesia, Coventry University, Blue Economy Foundation, Global Compact Network, GIZ, IATL ITB, MVB, McKinsey.org dan Napindo. (*)