Ibu Kota Baru Andalkan Angkutan Massal Terintegrasi dan Ramah Lingkungan

11
Sejumlah infrastruktur transportasi akan dibangun dan dikembangkan misalnya angkutan massal seperti, Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) di ibu kota baru. Foto : Seva.id
Sejumlah infrastruktur transportasi akan dibangun dan dikembangkan misalnya angkutan massal seperti, Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) di ibu kota baru. Foto : Seva.id

TROPIS.CO, JAKARTA – Setelah Presiden RI Joko Widodo mengumumkan secara resmi memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menyiapkan sejumlah infrastruktur angkutan massal yang terintegrasi dan ramah lingkungan di daerah tersebut.

“Di ibu kota baru nanti, kami akan siapkan konektivitas transportasi yang terintegrasi antar modanya melalui angkutan massal dan berkonsep ramah lingkungan atau minim emisi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Dia menegaskan, Kemenhub berkomitmen untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur transportasi massal agar di ibukota yang baru nanti angkutan massal menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk bertransportasi.

“Jadi memang kita konsisten untuk transportasi berbasis kendaraan massal untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi.”

“Kalau pun ada kendaraan pribadi, saya inginkan kendaraan bertenaga listrik yang beroperasi,” ungkap Menhub Budi.

Menhub juga menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur transportasi yang akan dibangun dan dikembangkan misalnya angkutan massal seperti, Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

“Jadi pembangunan ini merupakan rencana jangka panjang dan kita akan bangun secara bertahap,” tuturnya.

Sementara terkait infrastruktur transportasi udara dan laut, Menhub Budi menjelaskan, pengembangan bandara dan pelabuhan pun akan dilakukan untuk mendukung konektivitas transportasi dari dan ke Kalimantan. (*)