Gubernur Erzaldi Prihatinkan Kerusakan Lingkungan di Babel

89
Acara Silaturahmi Masyarakat Bangka Belitung berlangsung semarak. Foto : Istimewa
Acara Silaturahmi Masyarakat Bangka Belitung berlangsung semarak. Foto : Istimewa

TROPIS.CO, JAKARTA – Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Roesman keluhkan kerusakan lingkungan di wilayahnya akibat pertambangan yang kian tak terkendali.

Karena itu, saat menghadiri Acara Silaturahmi Masyarakat Bangka Belitung (Babel) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Mimggu (14/7/2019), Erzaldi minta agar persoalan ini menjadi perhatian semua pihak, terutama jajaran PT Timah dan perusahan tambang lainnya .

“Di sini ada Pak Rizki anggota direksi PT Timah, dan ada juga Pak Tobrani Alwi, mantan Dirut PT Timah, kami mengharapkan agar pengendalian tambang menjadi perhatian serius,” tutur Erzaldi dihadapan lebih dari 2000 masyarakat Bangka Belitung di perantauan.

Erzaldi mengakui, timah hingga kini masih menjadi andalan dalam menggerakan ekomomi Bangka Belitung.

Pada tahun kemarin, lantaran dominasi timah, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

” Di atas nol koma sekian digit di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya,

Bangka Belitung salah satu provinsi termuda, baru 18 tahun. Banyak peningkatan tapi juga masih banyak kekurangannya.

Salah satu persoalan yang dihadapi adalah kegiatan penambangan yang kian tak terkendali hingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang membutuhkan perhatian sangat serius.

Persoalan kerusakan lingkungan di Bangka Belitung, kini memang sudah pada tingkat sangat mengkhawatirkan.

Aktivitas tambang timah yang tak terkendali telah pula merusak berbagai fasilitas umum.

“Di sekitar Koba itu ada aktivitas tambang yang hampir menggerus jalan utama, tinggal beberapa meter lagi, bila tidak segera dihentikan, mungkin sebentar lagi jalan itu putus ” ujar Sahidin, tokoh masyarakat Bangka Tengah yang hadir dalam acara yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Masyarakat Babel ini.

Di sejumlah wilayah sentral produksi timah, aktivitas penambangan ini dilakukan oknum oknum masyarakat secara ilegal.

Sedihnya, aparatur yang diharapkan menertibkan tambang ilegal ini, justru ada yang ikut “bermain’, bahkan menjadi “pemain”.

Kuliner Babel

Silaturahmi masyarakat Bangka Belitung ini merupakan kegiatan pertama diselenggarakan, sejak paguyuban IKM Babel dibentuk dan kepengurusan dikukuhkan Gubernur Erzali Roesman, tahun 2017 silam.

Kegiatan ini terselenggara karena didukung penuh oleh partisipasi masyarakat. Dan di dalam ajang silaturahmi itu, juga diselenggarakan bazar kuliner Bangka Belitung.

Berbagai jenis makanan yang ditawarkan, mulai dari Berego, kwi tiau kerupuk ikan tenggiri, empek empek ikan tenggiri mie Belitong, kupi Belitong, jaja’ bingke, dan beraneka kuliner Bangka Belitong lainnya.

Bazar ini dusambut meriah oleh para pengunjung silaturahmi yang datang tidak hanya dari Jakarta saja, tapi juga dari Serang, Cilegon Banten, Bogor Bekasi Tangerang, bahkan Bandung. (*)