Geothermal Bakal Sejahterahkan Kabupaten Solok

34
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap mendukung eksplorasi geothermal oleh PT Hitay Daya Energi di Gunung Talang-Bukitkili. Foto : satu energi
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap mendukung eksplorasi geothermal oleh PT Hitay Daya Energi di Gunung Talang-Bukitkili. Foto : satu energi

TROPIS.CO, SOLOK – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap mendukung eksplorasi geothermal oleh PT Hitay Daya Energi di Gunung Talang-Bukitkili karena memiliki banyak manfaat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Banyak keuntungan bagi masyarakat setempat dengan eksplorasi ini. Daerah juga mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu kami tetap mendukung,” kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Heri Martinus, di Padang, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, dengan kapasitas pengeboran hingga 20 Mwe dan investasi sekitar US$1 juta, tambahan PAD bagi daerah bisa mencapai angka miliaran dari bonus produksi.

Belum lagi keuntungan yang diterima langsung oleh masyarakat sekitar melalui program CSR, dan itu tidak harus menunggu produksi.

Saat proses dimulai, kegiatan infrastruktur konstruksi sudah bisa dilakukan, seperti merenovasi masjid, sekolah dan jalan serta jembatan.

Bantuan untuk kegiatan pendidikan seperti bea siswa juga akan diterima oleh masyarakat sekitar, demikian juga bantuan untuk program sosial nagari seperti safari Ramadhan dan renovasi rumah.

Selain itu akan ada penyerapan tenaga kerja langsung non skill dan skill medium selama konstruksi dan explorasi.

Multiplayer effect perekonomian atas operasi panas bumi, misalnya penyerapan bahan pangan untuk konsumsi pekerja, dapat menjadi penggerak perekonomian pertanian masyarakat sekitar, kontraktor lokal nagari atau kecamatan.

“Segudang keuntungan itu juga bukan pertaruhan. Tidak ada yang dipertaruhkan oleh masyarakat karena panas bumi merupakan sumber energi yang bersih.”

“Pemanfaatannya menggunakan uap di dalam perut bumi dan air bersih. Hasil pembangkitannya pun akan disuntikkan kembali ke kedalaman bumi untuk menjaga kandungan air tanah,” katanya.

Kekhawatiran masyarakat akan menghilangnya air tanah hingga lahan pertanian menjadi terganggu, menurutnya, tidak akan terjadi.

Pemprov Sumbar telah mengundang pakar panas bumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) untuk menjelaskan hal itu.

Karena itu Heri tidak habis pikir, mengapa masih saja ada pihak-pihak yang menolak eksplorasi ramah lingkungan itu.

“Kami berharap, masyarakat Solok terutama yang menolak bisa terbuka pikirannya agar eksplorasi bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan APBD dan dana pembantuan APBN saja.

Butuh dukungan anggaran dari pihak swasta melalui investasi agar terjadi percepatan pembangunan daerah.

Ia meminta mesyarakat memahami hal itu agar perekonomian Sumbar bisa lebih maju. (*)