Gapki dan IPB Kerja Sama Kembangkan Sawit Berkelanjutan

8
Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (kiri) dan Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Rektor Institut Pertanian Bogor (kanan) menandatangi nota kesepahaman di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Bogor, Selasa (10/10/19). Foto : Gapki
Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (kiri) dan Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Rektor Institut Pertanian Bogor (kanan) menandatangi nota kesepahaman di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Bogor, Selasa (10/10/19). Foto : Gapki

TROPIS.CO, BOGOR – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi dalam Rangka pengembangan Perkebunan dan Industri Sawit Berkelanjutan.

Kerja sama ini bertitik berat pada kajian dan penelitian berbasis teknologi yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit baik dalam negeri maupun luar negeri.

Peningkatan mutu produk, nilai ekonomi maupun aspek lingkungan menjadi isu-isu utama yang ingin dikaji.

“Kerjasama ini sangat penting untuk menghadapi isu sawit di tingkat nasional dan internasional.”

“Saya kira IPB memiliki potensi-potensi inovasi maupun teknologi mulai dari sisi on farm seperti pembibitan, pemiliharaan dengan best management practices, hingga processing,” ungkap Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Rektor IPB, selepas acara penandatangan dilakukan kedua belah pihak di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Bogor pada hari selasa (10/10/2019).

Arif Satria menyatakan, Gapki merupakan mitra kerja sama potensial yang mampu mewadahi penelitian-penelitian yang ada.

“Kami telah memiliki berbagai penelitian tentang sawit yang perlu disempurnakan dan diuji coba” tuturnya.

Saat ini, IPB sedang melakukan uji coba sistem pemupukan bernama Preciapalm yang dilakukan di Riau, Lampung dan Medan.

Jika ujicoba ini berhasil, setidaknya 15 persen pupuk mampu dikurangi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, IPB juga melakukan penelitian tentang limbah sawit yang dapat diolah menjadi helm.

Dengan adanya kerja sama ini, IPB mengharapkan dapat mengembangkan lini riset dan pengembangan agar penelitian-penelitian seperti ini dapat dimanfaatkan segera.

Dalam kesempatan yang sama, Joko Supriyono, Ketua Umum Gapki, memberikan appresiasinya kepada IPB yang selama ini memberikan dukungan terhadap industri sawit.

Ia menuturkan hubungan kerja sama ini akan memperkuat basis ilmiah industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Kerja sama ini juga akan mewadahi terbentuknya pusat studi sawit.

Joko mengungkapkan dengan adanya pusat studi sawit diharapkan seluruh penilitian tentang sawit dapat berpusat pada satu lembaga.

“Sehingga suatu saat jika ada peneliti, expert atau siapapun yang ingin mencari tahu tentang sawit bisa ke sini.”

“Tidak hanya itu, penelitian-penelitian yang sudah ini bisa dikembangkan lebih luas lagi” tuturnya.

Joko menambahkan “Indonesia merupakan produsen, eksportir, bahkan konsumen terbesar sawit dunia, sudah saatnya pusat studi sawit ini dibentuk.”

“Sehingga kita memiliki wadah untuk mencari, belajar dan meneliti sawit.”

“Tidak hanya sebagai wadah namun lembaga ini juga akan mampu menawarkan solusi strategis terhadap isu-isu yang sedang dihadapi,” pungkas Joko

Lembaga ini dibentuk berdasarkan tridarma perguruan tinggi yang meliputi bidang pendidikan, penelitian dan pengabdia pada masyarakat, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi dan management yang mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dalam rangka mencapai tujuan sustainable development goals. (*)