Duka Menteri LHK Melepas Jenazah Korban Kecelakaan di TN Sebangau

19
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melepas kepergian putera dan puteri KLHK. Foto: KLHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melepas kepergian putera dan puteri KLHK. Foto: KLHK

TROPIS.CO, PALANGKARAYA – Begitu memasuki kantor Taman Nasional (TN) Sebangau, di Kota Palangkaraya, Selasa (10/3/2020) pagi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar disambut jejeran enam foto rimbawan yang menjadi korban tewas insiden kecelakaan speadboat.

Suasana duka begitu terasa dan terdengar suara tangisan keluarga dan rekan sejawat korban.

Didampingi Wakil Menteri (Wamen) LHK Alue Dohong, Sekretaris Jenderal Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno, dan jajaran Eselon I dan II KLHK, Menteri Siti tampak tak bisa menyembunyikan raut wajah dukanya saat duduk di hadapan peti jenazah pegawai TNS, Tyas Novianti.

Saat memberikan kata sambutan, nada suaranya terdengar bergetar hebat menahan haru.

Pada akhirnya air mata yang coba ditahan sedari mendarat di Palangkaraya tumpah jua.

“Selamat jalan anak, adik, sahabat, dan kolega kerja kami di Taman Nasional Sebangau yang gugur saat menjalankan tugas.”

“Mewakili segenap keluarga besar KLHK dan Pemerintah, ikut berduka teramat dalam atas kepergian Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tyas Novianti, Mansyah, dan Umroatus Sholikhah.”

“Kami mengembalikan pada-Mu ya Tuhan, putra putri terbaik KLHK ini,” tutur Menteri Siti dengan suara bergetar.

Baca juga: KLHK Berduka dan Pasang Bendera Setengah Tiang untuk Korban Musibah di TN Sebangau

Setelah menyerahkan santunan duka pada keluarga korban, Menteri Siti memimpin penghormatan terakhir dan ikut mengantar sampai peti jenazah dimasukkan ke mobil ambulans untuk diantar ke pemakaman.

Perjalanan dilanjutkan ke rumah duka di Kelurahan Kereng Bangkirai.

Ratusan pelayat memadati dua rumah bersebelahan, tempat dimana Abdi Darmansyah (35) dan adik iparnya Ibnu Yudistira Hendrawan (27) disemayamkan.

Ibnu bertugas sebagai Manggala Agni di TNS, sedangkan Abdi bertugas sebagai Polhut TNS yang meninggalkan istri yang sedang hamil delapan bulan dan seorang putri berusia lima tahun.

“Bu Menteri, suami saya sekarang sudah tidak ada. Anak saya sudah tidak ada ayahnya,” ratap istri Abdi saat menerima santunan.

Menteri Siti langsung menguatkan dengan memastikan bahwa keluarga besar KLHK akan terus memperhatikan keluarga korban yang ditinggalkan.

“Saya hadir di sini memastikan bahwa kita akan terus bersama dan tetap kuat, kita satu keluarga besar,” pesannya.

Usai dari rumah Abdi, Menteri Siti melangkah ke rumah sebelahnya, dimana jasad Ibnu tengah diratapi keluarganya dengan penuh rasa sedih kehilangan.

“Saya punya kenangan dengan saudara Ibnu, fotonya dengan selang air untuk memadamkan api di garis terdepan Karhutla masih ada di ruang kerja saya.

“Kami sangat kehilangan sosok penuh dedikasi,” kata mantan Sekjen Depdagri ini.

Baca juga: The Rain Rilis Single Today for Our Tomorrow

Beranjak siang rombongan yang dipimpin Menteri Siti melanjutkan perjalanan menuju Masjid Zainul Muttaqin di Kelurahan Kasongan, Kabupaten Katingan.

Di sini telah menunggu jenazah Mansyah, pegawai TNS untuk dibawa ke pemakaman usai dishalatkan.

Saat hendak menyerahkan santunan, istri korban jatuh pingsan di hadapan Menteri Siti dan kesedihan semakin menyeruak.

Lantunan dzikir dan doa dari jemaah yang hadir beriringan terdengar menguatkan.

Didampingi Wamen Alue Dohong dan Sekda Kalteng Fachrizal, Menteri Siti ikut menyaksikan keranda jenazah stafnya yang bertugas di tingkat tapak itu diangkat, bahkan turut mengantarkan sampai mobil ambulans benar-benar berangkat ke pemakaman.

Perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Kapuas yang membutuhkan perjalanan pulang dan pergi sekitar 4 jam, untuk ke rumah duka korban pegawai TN Sebangau bernama Mutiara.

Pemakaman sudah selesai dilaksanakan saat Menteri Siti tiba di lokasi ini, namun suasana duka masih begitu terasa. Menteri Siti duduk bersama kedua orang tua korban untuk menguatkan.

Jelang malam barulah rombongan kembali ke Palangkaraya untuk menuju RSUD Doris Silvanus, tempat dua korban pegawai TNS atas nama Yuliansi dan Selfia menjalani perawatan intensif akibat peristiwa kecelakaan tersebut.

Sementara satu korban tewas atas nama Umroatus Sholikhah yang merupakan istri dari Polhut TNS dikebumikan di kampung halamannya di Jawa Tengah.

Total korban dari pihak KLHK karena musibah kecelakaan ini adalah delapan orang, dimana enam diantaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, dan dua masih menjalani perawatan.

“Peristiwa ini merupakan pukulan berat bagi kementerian”

“Kami kehilangan pegawai-pegawai yang baik, tidak mudah melalui masa-masa sulit ini, tapi tetap harus kita lalui bersama,” kata Menteri Siti.

Insiden naas tabrakan antara perahu yang ditumpangi para korban dengan kapal yang membawa rombongan Paspampres di Taman Nasional Sebangau ini juga menyebabkan tewasnya Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono.

Menteri Siti mengatakan sejak pertama mendapat kabar kejadian, ia langsung berkoordinasi dengan semua pihak.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada seluruh jajarannya se-Indonesia melakukan pengibaran bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung atas gugurnya rimbawan TNS dalam melaksanakan tugas.

“Saya mengucapkan terimakasih pada unsur pemerintah daerah, dan semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi korban, sampai pada proses pemakaman.”

“Mari kita doakan semoga korban yang gugur husnul khotimah, dan yang masih dirawat diberi keselamatan serta kesehatan,” pungkasnya. (*)