Di Mojokerto Menteri LHK Berikan Solusi Persoalan Sampah Desa Bangun

21
Menteri LHK Siti didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati, dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto melakukan kunjungan kerja ke Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Foto: KLHK
Menteri LHK Siti didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati, dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto melakukan kunjungan kerja ke Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Foto: KLHK

TROPIS.CO, MOJOKERTO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jatim dan Kabupaten Mojokerto serta akademisi Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama-sama menyiapkan untuk solusi bagi masyarakat Desa Bangun di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tetap mendapat penghasilan, dengan tidak mengolah sampah impor lagi.

Setelah sempat menjadi sorotan pada lebih dari setahun lalu, secara fisik lokasi permukiman warga Desa Bangun, sudah jauh lebih bersih karena masyarakat sudah tidak lagi melakukan pilah sampah sisa impor dari pabrik kertas.

Menteri LHK Siti Nurbaya di Pendopo Desa Binangun bersama Plt Bupati dan Dir ektur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Vivien Rosa menyampaikan bahwa masyarakat Desa Bangun tetap memerlukan akses untuk kesejahteraannya.

Oleh karena itu, pemerintah segera membantu fasilitasi dan mendorong langkah-langkah agar masyarakat tetap produktif.

“Hari ini saya sudah melihat kondisinya di lapangan.”

“KLHK segera konsolidasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan, khususnya di bidang LHK.”

“Akan terus kita intensifkan, agar masyarakat dapat bangkit perekonomiannya,” kata Menteri Siti, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Menteri Siti Nurbaya: Bisnis Sampah Usaha yang Resilient

Selanjutnya, Menteri Siti menegaskan beberapa langkah yang secara nyata bisa dilakukan segera adalah menyiapkan fasilitas pusat daur ulang yang akan menyerap tenaga kerja.

Juga menyiapkan masyarakat membangun bank sampah bagi lebih kurang 800-1.000 kepala keluarga (KK).

“Saya minta Dirjen kaji bersama akademisi, mungkin perlu dibangun sebanyak tiga sampai dengan empat unit bank sampah, juga budi daya magot.

“Dan segera saja minggu depan Bu Dirjen bicara dengan Pak Kades untuk bisa menyertakan pelatihan virtual yang akan dilaksanakan minggu depan.”

“Kita harus bekerja cepat untuk masyarakat, sesuai arahan Bapak Presiden,” tutur Menteri Siti.