Cegah Penularan Covid-19, Pekebun Sawit Harus Displin Patuhi Protokol Kesehatan

26
Selain disiplin menerapkan protokol kesehatan, hal yang sangat perlu dilakukan para pelaku usaha sawit dalam mencegah penularan Covid-19 di wilayah masing-masing adalah mengidentifikasi risiko tinggi dan mengelolanya dalam sistim manajemen modern. Foto: Fakta Kalimantan
Selain disiplin menerapkan protokol kesehatan, hal yang sangat perlu dilakukan para pelaku usaha sawit dalam mencegah penularan Covid-19 di wilayah masing-masing adalah mengidentifikasi risiko tinggi dan mengelolanya dalam sistim manajemen modern. Foto: Fakta Kalimantan

TROPIS.CO, JAKARTA – Para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit harus tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan agar terhindar serta mencegah penularan Covid-19.

Himbauan itu disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono diskusi virtual bertajuk “Kiat Pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Perkebunan sawit” yang diselenggarakan GAPKI, Selasa siang (29/09/20).

“Sampai sekarang perkebunan kelapa sawit masih tetap bisa beroperasi karena tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.”

“Hendaknya kita semua tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan agar senantiasa terhindar dari Covid-19.”

“Kalau sampai tertular, risikonya akan besar terhadap produktivitas perusahaan kita dan juga bagi semua karyawan kita dan keluarga mereka,” papar Joko.

Baca juga: Nilai Ekspor dan Permintaan Dalam Negeri untuk Produk Minyak Sawit Naik

Hal senada juga disampaikan Epidemolog dari Universitas Indonesia dr. Pandu Riono seraya menyatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia ini diperkirakan akan bertahan hingga lima tahun ke depan.

“Oleh sebab itu, selain disiplin menerapkan protokol kesehatan, hal yang sangat perlu dilakukan para pelaku usaha sawit dalam mencegah penularan Covid-19 di wilayah masing-masing adalah mengidentifikasi risiko tinggi dan mengelolanya dalam sistim manajemen modern.”

“Selalu yang paling tinggi resikonya adalah kontak orang dan kerumunan orang.”

“Kalau kontak antar manusia ini bisa dikelola dengan penerapan ketat dan disiplin protokol kesehatan dalam sistim manajemen modern, saya yakin semuanya bisa terbebas dari penularan Covid-19,” kata Pandu.