Bincang Buku The Climate Reality Indonesia

23
Swary Utami Dewi mengulas buku inspiratif berjudul Sustainable Me karya Wendy Aritenang Yazid. Foto: Istimewa
Swary Utami Dewi mengulas buku inspiratif berjudul Sustainable Me karya Wendy Aritenang Yazid. Foto: Istimewa

TROPIS.CO, JAKARTA – Bagaimana ide sampai buku-buku ini lahir? Apa yang memotivasi untuk menulis buku? Demikian pertanyaaan menarik dari Amanda Katili, manajer The Climate Reality Indonesia, kepada para penulis tiga buku yang hadir di Bincang Buku Perubahan Iklim, pada 22 Juni 2020 malam.

Maka mengalirlah jawaban dari masing-masingnya, di ajang bedah buku yang menjadi inisiatif baru dari kantor The Climate Reality Indonesia.

Penulis muda yang menekuni studi masters-nya di Swedia, Via Apriyani, menyatakan bahwa perkuliahannya di negeri Skandinavia ini memang terkait langsung dengan isu pembangunan berkelanjutan.

Tambahan lagi pengalaman hidup di sana selama masa kuliah memberikannya inspirasi tentang apa yang harus dibagi: hidup sustainable ala Swedia maka lahirlah buku inspiratif berjudul Sustainable Me ini.

Buku Via, meski ditulis dengan gaya bahasa sederhana, namun bermakna dalam. Sederhana dalam bahasa, namun bemakna, memang diinginkan Via.

Harapannya agar semua bisa nyaman membacanya kemudian paham tentang pesan penting buku ini, yakni semua bisa berbuat untuk menyelamatkan bumi dan kehidupan.

Keinginan Via nampaknya mulai menampakkan jejak. Dari anak sekolah menengah hingga pejabat setingkat duta besar telah melahap buku ini.

Beralih ke generasi senior. Penggiat isu transportasi pasti mengenal nama ini: Wendy Aritenang Yazid. Wendy bukanlah pegawai negeri biasa.

Lulusan ITB ini hampir menghabiskan semua jejak kariernya di berbagai instansi pemerintahan.