Indonesia Harus Punya Skenario Lain Jika Perang Rusia Versus Ukraina Usai

Gejolak langsung di pasar setelah invasi Rusia ke Ukraina tidak akan berlangsung lama setidaknya dalam mempengaruhi minyak nabati. Foto: Instagram @cybex_exim
Gejolak langsung di pasar setelah invasi Rusia ke Ukraina tidak akan berlangsung lama setidaknya dalam mempengaruhi minyak nabati. Foto: Instagram @cybex_exim

TROPIS.CO, NUSA DUA – Dorab Mistry, Director Godrej International Ltd., menyampaikan bahwa pemerintah telah membuat kebijakan yang kurang tepat dengan melarang ekspor minyak sawit pada tahun 2022.

Pemerintah Indonesia seharusnya tidak melakukan larangan ekspor minyak sawit hingga melonggarkan kebijakan DMO.

Sementara itu, Dorab Mistry mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk menangguhkan pungutan ekspor hingga 31 Desember 2022.

Sedangkan pajak ekspor harus dipertahankan pada taraf yang rendah dan kebijakan DMO harus dihapuskan.

Baca juga: Mahendra: Indonesia Harus Perkuat Kampanye Positif Sawit dan Batu Bara

“Indonesia harus punya skenario lain jika perang Rusia versus Ukraina telah usai.”

“Pasalnya, permintaan terhadap sejumlah besar minyak biji bunga matahari akan meningkat,” ujar Dorab di Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/11/2022).

Begitu juga produksi rapeseed dan minyak canola pada tahun 2022, mengalami pemulihan besar.

Minyak canola akan memenuhi pasar domestik Amerika, sedangkan produksi biji mustard India akan mencatat rekor baru pada tahun 2022-2023.

Baca juga: Pasar Uni Eropa Bias dan Tidak Adil terhadap Sawit