Amertha Taksu Abhinaya, Menuju Kesejahteraan dan Kebahagiaan

TROPIS.CO– Amertha Taksu Abhinaya adalah tema besar  Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022.
Apa  Makna  dari tema yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  ini,
sebagai upaya atau usaha pemulihan pascapandemi Covid-19, baik itu  pemulihan dari sisi ekonomi,  kesehatan,  maupun pemulihan alam melalui upaya-upaya konservasi, rehabilitasi, restorasi, dan pemulihan ekosistem.
Amertha Taksu Abhinaya. Amerrta itu menurut Jurnal Arkeologi Kemendikbud berasal dari bahasa Sansekerta  amrta (a=tidak, mrtha=mat)  yang secara harfiah  berarti tidak mati atau abadi. Amrtha juga diartikan  sebagai air kehidupan yang diperoleh dari pengadukan  lautan susu (ksirarnawa)  oleh para dewa  dan asura (setengah dewa) . Amrta ini diperebutkan oleh para dewa  dan asura karena  air tersebut berkhasiat, apabila meminumnya  maka ia akan hidup abadi.
Sedangkan Taksu berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kekuatan gaib yang memberi kecerdasan, keindahan, mukjizat dan sebagainya. Arti lainnya adalah bangunan suci di sanggah (tempat pemujaan) yang berfungsi memberikan kekuatan gaib. Dalam perspektif masyarakat Hindu Bali, Taksu adalah kekuatan suci Tuhan yang dapat membangkitkan kreativitas, intelegensia seseorang sebagai manifestasi Kemahakuasaan Tuhan.
Kemudian Abhinaya, memiliki arti ekspresi, kesempurnaan, kesembuhan, semangat.
Maka jika dirangkai secara harfiah makna dari  Amertha Taksu Abhinaya adalah semangat kekuatan suci yang abadi, kesempurnaan air kehidupan yang abadi. Oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimaknai Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera. Seperti dipaparkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof Dr Siti Nurbaya bahwa Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diharapkan mejadi titik awal kebangkitan bangsa Indonesia yang harmoni dengan alam, pasca covid 19. “Melalui momentum HKAN tahun 2022 ini mari kita wujudkan bersama semangat Presidensi G20 Indonesia, Recover Together, Recover Stronger, memulihkan aspek kehidupan kita, mulai dari memulihkan kesehatan bangsa kita, memulihkan ekonomi negeri ini dan memulihkan alam kita tercinta,” ujar Siti Nurbaya dalam ararahan acara peringatan HKAN, Jumat, 2 September 2022.
Hari Konservasi Alam Nasional memiliki tujuan untuk memasyaratkan konservasu alam secara nasional sebagai sikap hidup dan bidaya bangsa serta menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam sebagai upaya perlindungan sumberdaya alam dan ekosistem dalam menyangga kehidupan.
Manusia dan alam memang tak bisa dipisahkan. Seperti kata Ahmad Sahidah dalam buku God, Man and Nature bahwa  ada relasi antara Tuhan, Manusia dan alam secara konkret. Ketiganya terhubung dalam relasi spritual yang dipertegas  dengan adanya jalinan etik  dimana Tuhan sebagai pusatnya.
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Dia berfungsi sebagai penunjang kehidupan manusia . Karenanya manusia dituntut untuk mempertahankan lingkungan dengan melakukan sejumlah upaya antara lain: penghijauan, konservasi, reboisisi, menggunakan produk ramah lingkungan  restorasi, pemulihan ekosistem dan lain sebagainya demi terjaganya harmoni antara manusia dengan alam sekitarnya.(tor)