Pertamina Siapkan Pipa Pengganti Bawah Laut yang Putus di Balikpapan

254
Tumpahan minyak di kawasan laut Teluk Balikpapan karena putusnya pipa bawa laut Pertamina. (foto Walhi Kaltim/Tropis.co)

TROPIS.CO, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) siapkan pipa pengganti terhadap pipa yang putus di Teluk Balikpapapan beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan sambil menunggu pengangkatan pipa yang putus tersebut. Pipa yang putus itu masih berada di tempat semula untuk keperluan penyidikan.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan Yudy Nugraha menyampaikan, pipa pengganti ini akan dibawa dari Balongan ke Balikpapan.

“Apabila pipa yang putus sudah diangkat dari dasar laut dan diperbolehkan oleh pihak penyidik untuk penggantian pipa, maka pipa pengganti ini dapat segera dipasang,”ungkapnya melalui keterangannya di Jakarta, akhir pekan.

Yudy menjelaskan bahwa pipa yang disiapkan berjumlah sekitar 22 joint dengan panjang masing-masing 12 meter. Saat ini Pertamina mengalirkan minyak mentah dari Terminal Crude Lawe lawe ke kilang Balikpapan menggunakan pipa bawah laut lain yang berukuran 16 inchi.

Dengan diangkatnya potongan pipa yang putus tersebut, pihak Kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab putusnya pipa minyak mentah ini.

Pertamina mengklaim, kondisi pipa sebelum putus sangat baik dan diinspeksi secara berkala. Terakhir kali visual inspection tanggal 10 Desember 2017 oleh diver untuk check kondisi external pipa, cathodic protection dan spot thickness.

Inspeksi untuk sertifikasi terakhir dilakukan 25 Oktober 2016, sertifikat kelayakan penggunaan peralatan yang dikeluarkan oleh Dirjen Migas masih berlaku hingga 26 Oktober 2019. Serifikasi dilakukan 3 tahun sekali sesuai SKPP Migas.

Pipa Pertamina yang putus memiliki ketebalan pipa 12.7 mm terbuat dari bahan pipa Carbon steel pipe API 5L Grade X42. Kekuatan pipa terhadap tekanan diukur dari safe Maximum Allowable Operating Pressure (MAOP),1061.42 Psig, sementara, operating pressure yang terjadi pada pipa hanya mencapai 170.67 Psig.

Di tempat terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Yustan Alpiani, mengatakan, hingga saat ini, polisi masih mengivestigasi siapa dan apa yang menjadi penyebab patahnya pipa.

“Semua yang berkaitan, kami periksa. Baik dari Pertamina atau dari pemilik dan awak kapal.” ungkap Yustan Alpiani

Salah satu kecurigaan yang berkembang mengarah pada kapal Mt Ever Judger yang terbakar pada Sabtu (31/3/2018). Karena satu-satunya benda yang terpikirkan bisa menggeser pipa adalah jangkar yang dilepaskan oleh kapal yang berlayar. (*)